by

Viral Gaya Santuy Bupati Tolitoli Sampaikan Karantina Bercelana Pendek

JAKARTA (HK) – Bupati Tolitoli Saleh Bantilan memberlakukan karantina wilayah untuk mencegah penyebaran virus Corona mulai hari ini. Video Saleh yang menggunakan pakaian santai menyampaikan penutupan akses viral di media sosial.

Dilansir dari detikcom, Senin (30/3/2020), video itu berdurasi 1 menit 36 detik dan direkam pada Minggu (29/3). Saleh tampak duduk. Di depannya terparkir mobil pelat merah dengan nomor polisi DN 1 D.

Saleh mengenakan kaos oblong putih lengan pendek dan celana pendek. Sementara kumisnya tampak dibiarkan panjang.

Saleh berharap masyarakat Tolitoli harus semangat untuk melawan COVID-19. Karena itu, dia menutup akses masuk ke Tolitoli selama 14 hari.

“Mulai besok (hari ini, red) jam 00.00 hari Senin, semua jalan masuk, dari Palu dari Kota Raya, dari Buol, saya tutup mati selama 14 hari,” ujar Salah dalam video itu.

Saleh menyampaikan penerbangan juga hanya akan dua hari sekali. Setiap orang yang datang diperiksa kesehatannya.

“Laut pun demikian, kita tutup, jadi mulai Hari Senin tidak ada lagi yang namanya orang melintas di Kabupaten Tolitoli,
Dia menekankan langkah itu merupakan tindakan preventif. Dia mengaku tidak ingin mengambil keputusan menunggu ada warga yang terkena Corona.

“Jangan nanti sudah tertular, sudah ada yang positif baru saya ambil tindakan, itu salah, satu kesalahan besar ketika kita tidak berani mengambil satu keputusan, itu salah. Jadi tindakan preventif itu penting,” ucapnya.

“Jangan nanti sudah terjangkit sudah ada korban baru kita ambil tindakan, tidak. Hari Senin semua pintu masuk saya tutup,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Tolitoli memutuskan akan memberlakukan karantina wilayah karena kurangnya pasokan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis di rumah sakit rujukan pasien virus Corona. Akses jalur darat dan laut menuju ke Kabupaten Tolitoli akan ditutup dan dijaga aparat TNI/Polri.

Karantina wilayah itu akan diberlakukan pada Senin (30/3) per pukul 00.00 Wita. Keputusan tersebut merupakan hasil rapat antara Pemkab Tolitoli dan unsur Muspida usai menerima desakan dari masyarakat.

“APD untuk tenaga medis di RSU Mokopido yang ditunjukan sebagai rumah sakit rujukan pasien COVID-19 itu hanya ada 5 unit saja, 3 unit sudah dipakai untuk menangani balita yang PDP dan tidak bisa digunakan kembali. Berarti tinggal 2 unit. Hasil rapat kemarin bersama unsur Muspida, Kabupaten Tolitoli akan karantina wilayah selama 14 hari,” ungkap Bupati Tolitoli, Saleh Bantilan, dilansir dari detikcom pada Sabtu (28/3/2020).

Selain minimnya APD tenaga medis, masyarakat mendesak akses ke Tolitoli diperketat setelah diumumkan ada pasien yang terpapar Corona di Palu. Akses hanya diberikan kepada pasien rujukan Corona.

“Akses ke Tolitoli dari arah jalur Pantai Timur Parigi Moutong dan Pantai Barat Donggala serta dari Kabupaten Buol, hingga jalur transportasi laut ditutup. Namun saja, untuk yang dari wilayah Buol yang bisa ke Tolitoli hanyalah pasien rujukan COVID-19,” kata Saleh. (*)

 

Sumber: detiknews.com

News Feed