by

Andrei Simanjuntak Lakukan Penyemprotan Disinfektan dan Membagikan Masker

Batam (HK) – Andrei Simanjuntak, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Sahabat H. Andrei Simanjuntak (HAS) melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa masjid, gereja, dan angkutan umum di wilayah Batam. Andrei merasa bahagia bisa ikut berkontribusi untuk memutus rantai virus corona yang mewabah hampir 200 negara.

“Alhamdulillah, saya bahagia bisa ikut berpartisipasi membantu dan berikhtiar untuk memutus rantai penyebaran covid 19,” jelas Andrei saat ditemui di Halte Pasar Jodoh pada, Sabtu (28/3/2020).

Andrei menjelaskan, untuk tahap awal ia bersama Sahabat HAS telah melakukan lima titik penyemprotan cairan pembunuh virus corona itu di Masjid Nurul Huda, Batu Ampar, Masjid Nurul Iman, Bulang, Gereja Alpha Omega, Lubuk Baja dan angkutan umum. Dan pada Ahad telah menyeprot Geraja HKBP Batu Ampar.

Selain itu, Andrei juga membagikan ratusan masker untuk masyarakat di beberapa titik di Batam. Tidak itu saja ia secara khusus juga membagikan masker untuk para supir angkutan umum dan penjual yang menjajakan di jalanan.

“Saya pikir para supir angkutan dan penjual di lampu merah layak untuk diberikan masker karena mereka sangat rentan. Apalagi Pemerintah Kota Batam belum juga menerapkan lockdown,” tambahnya menjelaskan.

Tidak itu saja, Andrei Simanjuntak juga membagikan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis yang ada di Puskesmas Pulau Buluh, Bulang. Bantuannya diterima oleh dr. Rista.

Andrei mengakui penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan APD yang ia bagikan belum cukup mengkover seluruh masyarakat Batam, namun yang jelas ia ingin menunjukan empati agar aksinya bisa diiukuti oleh siapapun yang tergerak untuk membantu masyarakat.

“Saya yakin banyak politisi dan kalangan lain mampu berperan lebih banyak. Dengan aksi ini, semoga menjadi semakin banyak kalangan yang berpartisipasi membantu meringankan beban masyarakat yang tambah berat,” imbuhnya.

Andrei mengibaratkan bantuan dari dirinya adalah bagai burung pipit yang membawa air untuk ikut membantu memadamkan kobaran api yang melahap tubuh Nabi Ibrahim.

Selain itu, Andrei juga mendesak pemerintah, khususnya di Kepri untuk bisa bergerak lebih cepat mencegah wabah covid-19. Andrei menyesalkan justru disaat masyarakat butuh masker dan alat pelindung diri yang memadai, justru barang di pasaran menjadi langka yang otomatis harganya menjadi tidak terkendali.

“Harusnya ketika ada bencana, pemerintah sigap dan memberikan kemudahan pembelian untuk alat standar seperti masker dan APD. Namun, nyatanya masker selain susah didapat juga harganya begitu mahal,” pungkas Andrei. (r)

News Feed