by

Mal Sepi, Pelaku UMKM Surati Walikota Batam

Batam (HK) – Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari sejumlah mal di Batam menyurati Walikota Batam. Mereka merasakan dampak dari wabah virus corona saat ini.

Terlebih diberlakukannya kebijakan social distancing dan imbauan Pemerintah Kota (Pemko) Batam kepada masyarakat untuk tidak pergi ke tempat keramaian, salah satunya ke pusat perbelanjaan.

“Pengunjung sepi, kami para pelaku UMKM dan retail terus merugi, bahkan ada yang sudah gulung tikar,” ucap salah seorang pengusaha yang tidak ingin disebutkan namanya, di bilangan Batam Centre, Sabtu (28/3/2020).

Dikatakannya, dia bersama ratusan pelaku UMKM meminta Pemko Batam memperhatikan nasib para pelaku UMKM yang ada di mal-mal.

“Jika dibiarkan terus, dikhawatirkan akan pemutusan hubungan kerja terjadi dan pengangguran akan bertambah,” ujarnya lagi.

Selain sepinya pengunjung, biaya sewa dan service charge dari pihak mal juga membebani pengusaha. Oleh karena itu, pengusaha mendesak Pemko Batam segera membebaskan atau setidaknya memberikan keringanan atas beban biaya tetap yang ditanggung pengusaha setiap harinya.

Sementara itu, salah seorang pengusaha lainnya mengatakan, sebenarnya telah ada mediasi dari managemen masing-masing mal, namun, belum membuahkan hasil.

“Karena tetap diharuskan untuk memenuhi seluruh kewajiban dan terus membuka toko sesuai dengan kontrak, padahal pengunjung mall sangat sepi. Apabila tidak buka toko akan dikenakan penalty (sanksi denda) Rp 1 juta per harinya,” jelasnya.

Terkait hal itu, dia minta Pemko Batam dapat memediasikan pihaknya dengan para pemilik mal supaya diperbolehkan untuk menutup kegiatan usaha untuk sementara waktu dengan dibebaskannya dari sewa, service charge dan penalty.

“Apabila keadaan membaik, kita akan segera melanjutkan operasional,” pungkasnya. (dam)

News Feed