by

Ayo Operator Telekomunikasi! Berpihaklah, Perangi Corona

JAKARTA, (HK) – Operator telekomunikasi berdosa besar bila beranggapan bahwa peningkatan trafik connectivity di tengah coronavirus ini adalah sebagai “rezeki” atau menghitungnya sebagai prestasi kenaikan revenue.

Background kenaikan trafik saat ini berbeda dengan suasana bahagia ketika mudik lebaran. Ini adalah masa-masa yang penuh keprihatinan Nasional. Sudah 514 orang terindikasi positif corona dan 48 orang meninggal dunia (posisi Minggu, (22/3) jam 16:00 WIB).

Operator saat ini harus berbisnis mulia, tulus laksana para dokter dan perawat yang bertaruh nyawa dalam menyelamatkan penderita Covid-19. Operator bisa mematikan billing system-nya terkait BTS di RS mana para penderita diobservasi dan dirawat.  Begitulah seharusnya aksi tanggap darurat telekomunikasi.

Korban sudah terlalu banyak, mari kita tinggal di rumah, jaga jarak, pakai masker, sering-sering cuci tangan dan melaksanakan ibadah di rumah saja. Oh iya, ponsel kesayangannya sekali-kali jangan lupa disemprot atau dilap pakai tisu lembab.

Fungsi telekomunikasi, khususnya seluler, amat penting dan semakin nyata seiring diberlakukannya social distancing, belajar jarak jauh dan Work From Home (WFH). Sementara kegiatan #dirumahaja, bagi masyarakat mau tidak mau menjadikan penggunaan kuota lebih boros. Ada paket khusus untuk profesional, kuliah dan sekolah. Tapi sebagian besar pelanggan ‘kan normal quota based .

Inilah momen dimana Operator harus menunjukkan kepedulian dan perhatian spesialnya (baca: diskon) kepada pelanggan dan masyarakat luas (program CSR). Ini pula waktu yang pas bagi Kominfo memberikan insentif kepada operator yang penuh perhatian terhadap bencana corona ini. Adil kan?

Cobalah cek, apakah ada ditemui operator bagi-bagi masker? Rasanya kereen banget kalau ada masker berlogo operator, ketimbang warna hijau polos doang?! Oh, stok masker kosong. Baiklah, coba ganti dengan komplimen semprotan antiseptik. Wah, sayang sekali jumlahnya terbatas. Lha, ganti aja dengan permen jahe. Apa kek, yang penting ada rasa kepedulian. Dana CSR yang kerap dibanggakan itu, kini saatnya digelontorkan untuk masyarakat, jangan cuma disimpan di Bank.

Kita bisa tetap tinggal di rumah dan terus beraktivitas, karena ada fasilitas internet dan wifi. Tapi ingat, kantin sekolah sudah pada tutup, warung-warung mulai tekor karena sepi pembeli, angkot langka penumpang dan tunawiswa terus menggelandang di tengah kesunyian kota. Demi Pancasila, kita harus pikirkan nasib mereka!

Italia adalah negara maju, tetapi korban Covid-19 nya lebih dari 4800 orang meninggal. Ini disebabkan masyarakatnya bandel, susah diatur dan doyan kluyuran. Karenanya sejak 9 Maret 2020, pemerintah Italia melakukan lockdown di seantero negaranya.

Mau begitu?

Ayo operator berpihaklah memberi bantuan kepada masyarakat yang memerlukan. Ngapain juga ada yang terus-terusan muter tayangan promosi di tivi. Buat apa, Encik? Kan lebih manfaat sebarkan iklan layanan masyarakat dan bakti sosial terukur yang bermanfaat terkait coronavirus.

Rantai penularan Covid-19 akan terputus manakala kita disiplin betah di rumah, menjauhi keramaian serta mengikuti arahan BNPB dan Gubernur kita. Ratio kematian akibat coronavirus di Indonesia adalah 9,3%; angka ini tertinggi di dunia.

Serius, kita semua harus menjaga diri sendiri

Transportasi publik telah mengurangi kapasitas penumpang dan frekuensi operasinya, konsekuensinya pemasukannya berkurang. Seyogyanya Kominfo dan Operator telekomunikasi juga tidak lagi menghitung untung rugi di “masa perang” ini.

Bila Anda insan telekomunikasi, bolehlah tetap berbangga di antara keprihatinan ini. Telekomunikasi secara nyata telah berperan besar; bersamanya kita terus dapat bersilaturahmi dan memerangi Covid-19. Telekomunikasi terbukti telah mampu menembus batas jarak, ruang dan waktu. Tinggal bagaimana semua operator di Indonesia turut berpartisipasi aktif mengedukasi 340 juta pelanggannya untuk berdisiplin tinggal #dirumahaja.

Semoga masa coronavirus yang mengkhawatirkan ini cepat berlalu, sehingga kita semua dapat beraktivitas dan berkomunikasi face-to-face seperti sediakala. Aamiin YRA.

 

Bersama kita perangi coronavirus.

Salam Indonesia!

Oleh: Garuda Sugardo

News Feed