by

Liga Terhenti, Bagaimana Gaji Pemain Sepakbola?

Terhentinya liga top Eropa, memberi dampak pada masing-masing klub. Liga Italia salah satunya.

Dengan roda kompetisi yang berhenti, tentunya roda perekonomian juga turut terganggu. Klub tidak mendapat pemasukan dari hak siar televisi, tiket pertandingan, dan juga penjualan merchandise.

Kondisi saat ini memunculkan opsi pemotongan gaji para pemain demi keberlangsungan klub.

Pemasukan seret akan berimbas kepada pengetatan pengeluaran, khususnya gaji pemain. Serie A termasuk tiga besar kompetisi dengan gaji tertinggi di Eropa, salah satunya Juventus.

Klub asal Turin itu menyumbangkan banyak pemainnya di jajaran 10 besar pemain bergaji besar di Italia, dengan Cristiano Ronaldo di posisi teratas berkat gaji 30 juta euro per musimnya.

Tapi, dengan kompetisi terhenti saat ini, kabarnya klub-klub Serie A sudah meminta kepada Federasi Sepakbola Italia (FIGC) untuk meminta keringanan memotong maksimal 30 persen gaji para pemainnya.

Jika opsi itu disetujui maka gaji Ronaldo akan terpotong sekitar total 9 juta euro di musim ini. Namun, FIGC akan lebih dulu membicarakan dengan asosiasi pemain dan juga Serie A.

“Bukan hal tabu jika bicara soal pemotongan gaji. Kita semua harus paham bahwa kondisi darurat ini berlaku untuk semua orang dan kita pun harus mampu untuk berubah. Kami meminta mereka untuk menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar,” ujar Presiden FIGC, Gabriele Gravina, kepada Radio 24.

Terkait hal tersebut, Damiano Tomassi selaku Presiden Asosiasi Pemain sepakat dengan ide tersebut demi kebaikan klub serta kompetisi.

“Kami semua punya kepentingan untuk bisa menjaga keseimbangan ekonomi dan untuk alasan ini, kami semua harus mengevaluasi berbagai aspek saat ini,” tutur Tomassi.

“Berkurangnya pemasukan, penundaan kompetisi, pembatalan event, kontribusi pemerintah, bantuan federal, bantuan dari institusi internasional. Semua elemen itu akan mempengaruhi para pemain.”*

(sumber: detiksport.com)

News Feed