by

Ode

  • Oleh: Fery Heriyanto, Wartawan Haluan Kepri

Beberapa sahabat lama bertemu dalam sebuah acara. Mereka saling berbagi cerita, pengalaman serta membeberkan sejarah-sejarah masa lalu yang pernah mereka lalui.

“Saya benar-benar tak nyangka, kalian sudah menjadi manusia-manusia hebat,” ujar, Vi, salah seorang dari mereka.

“Ah, tidak juga. Saya lihat, Bung lah orang paling sukses diantara kita ini,” balas Jum, lelaki yang sekarang berprofesi sebagai pengusaha.

“Jangan terlalu berlebihan teman. Saya sama juga dengan sahabat-sahabat kita yang lain,” timpal Vi lagi.

“Oya, tiga puluh tahun bukanlah waktu yang sebentar. Sudah pasti banyak yang berubah. Apakah kalian sering pulang ke kampung halaman kita,” tanya Vi.

“Saya mungkin orang yang paling jarang pulang. Kalau tidak salah selepas tamat dulu, hanya dua kali pulang ke tanah kelahiran. Itupun karena ada hal penting,” jawab Mun, yang kini berkarir di dunia hiburan.

“Masih untung itu, saya bisa dikatakan tidak pernah pulang. Tiga dasa warsa ini saya habiskan dari satu rantau ke rantau yang lain,” ungkap Him, yang berbadan besar.

“Sama, saya juga tidak sempat untuk pulang ke kampung halaman. Saya hanya sering mendengar cerita teman-teman jika perkembangan pembangunan di kota kelahiran kita sangat pesat. Bahkan tempat kita biasa berkumpul sepulang sekolah dulu sudah disulap menjadi pusat bisnis yang megah. Termasuk hutan rindang di bibir pantai tempat biasa kita lalui ketika aktif di kepanduan dulu, sekarang telah berdiri vila-vila wisata,” papar Ben, yang sekarang bekerja di sebuah instansi.

“Kalau Bung, bagaimana? Kabarnya diantara kita ini, Bung yang secara berkala pulang ke kota kelahiran kita,” tanya Him pada Din, yang berkarir di bidang kesehatan.

“Memang, saya agendakan untuk pulang dalam kurun waktu tertentu. Saya menyadari jika rantau telah memberikan banyak penghidupan pada kami dan keluarga. Perpaduan gaya hidup di kota tempat saya tinggal sekarang telah membuat saya betah. Namun kerinduan pada orang tua, sanak saudara, sahabat, rumah tempat kami dibesarkan dulu serta masyarakat di sekelilingnya telah membuat saya ingin selalu pulang kesana,” ujar Din dengan pandangan jauh ke seberang sana.***

News Feed