by

“Mumpung Harganya masih Murah”

  • Oleh: Fery Heriyanto, Wartawan Haluan Kepri

Sejumlah ibu rumah tangga tengah terlibat pembicaraan di beranda sebuah rumah. Mereka tengah membicarakan tentang tingginya harga kebutuhan pokok akhir-akhir ini.

“Saya agak kewalahan juga lho, jeng, mengatur biaya dapur. Dana yang diberikan papa anak-anak tiap bulannya tidak pernah lebih. Sementara harga barang-barang makin hari makin tinggi saja,” jelas seorang ibu yang berbadan agak gemuk.

“Iya, mbak. Saya juga begitu. Biasanya kalau belanja dapur dengan membawa uang sekitar Rp500 ribu, cukup untuk persediaan dapur selama seminggu. Tapi sekarang hanya cukup untuk lima hari,” balas ibu tersebut.

“Betul Mbak, saya juga kewalahan memanagemen keuangan. Kini saya hanya membeli barang-barang yang paling dibutuhkan. Kalau selama ini masih bisa membeli buah-buah sekitar 2-3 kg seminggu, sejak beberapa waktu belakangan hal itu tidak dilakukan lagi. Paling membelinya kalau harga murah dan itupun hanya sekali sebulan,” tutur ibu yang lainnya.

“Iya, Jeng, ya. Kalau kondisi seperti ini terus, bisa-bisa anak-anak kita akan jadi korban. Belum lagi biaya sekolah yang sangat tinggi, ehh…harga pangan naiknya tak tanggung-tanggung,” timpal yang lain.

“Kalo gaji suami kita naik, juga tak apa-apa…Ini tidak, gaji suami kita dari bulan ke bulan tetap saja segitu, tidak ada kenaikan,” tambah ibu yang berbadan agak gemuk tadi.

“Dalam kondisi serba sulit seperti ini, seharusnya ada pengawasan terhadap harga-harga kebutuhan pokok. Jangan biarkan pedagang menaikan harga seenaknya,” kata ibu yang lain.

“Betul..! Kalau ditanya sama pedagangnya, alasannya macam-macam. Transportasi mahal lah! Dari produsennya mahal lah! itulah..! Inilah..! Ah..pusing saya!” terang ibu yang berkulit kuning langsat.

Di tengah-tengah pembicaraan tersebut, Ketua RT yang juga guru mengaji di komplek perumahan itu lewat di depan mereka.

“Lagi ngumpul nih ibu-ibu?” sapanya.

“O..pak RT, ini pak, biasa, Pak, pusing dengan mahalnya harga bahan pangan,” ucap salah seorang dari mereka.

“O..itu. Tapi kita wajib bersyukur lho, ibu-ibu. Kita masih bisa membeli kebutuhan hidup kita saat ini. Tapi ketahuilah, kini masih ada yang murah. Sekarang “barang-barang” untuk akhirat banyak yang murah bahkan sangat banyak yang gratis. Jadi, miliki sekarang bu, sebelum harganya tinggi dan kita tidak sanggup lagi membelinya**),” terang guru mengaji tersebut.*

**) Abu Hazim

News Feed