by

Puluhan Perawat Demo di Kantor Walikota Batam

Batam (HK) – Puluhan perawat Rumah Sakit Camatha Sahidya (RSCS) Panbil, Kota Batam demo di depan kantor walikota Batam, Senin (10/2/2020).

Demo yang dilakukan itu adalah untuk menyampaikan aspirasi kepada Walikota Batam terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak 28 karyawan oleh Rumah Sakit Camatha Sahidya (RSCS) Panbil tersebut.

Dalam demo itu para perawat itu membawa sebuah keranda yang diartikannya bahwa matinya keadilan untuk tenaga kesehatan di Kota Batam.

Kemudian masa juga membawa sejumlah spanduk dan kertas karton dengan berbagaimacam tulisan. Diantaranya yaitu, matinya keadilan untuk 28 orang perawat di Kota Batam.

“Tolak PHK sepihak, kerja 10 tahun disamakan dengan kerja 1 tahun, tolong selamatkan sejawat kami pak. Hanya bertanya masalah gaji malah dituduh mogok secara sepihak”, tulisan dikertas yang dibawa masa demo itu.

Pimpinan FSP Farkes SPSI Kota Batam, Anwar Gultom mengatakan, dalam aksi itu ada enam tuntutannya. Pertama, 28 orang yang sudah di PHK secara sepihak itu agar kembali dipekerjakan, karena mereka hanya menanyakan gajinya 4 hari sudah terlambat dibayarkan.

Kedua, berikan upah yang layak kepada perawat dan bidan sesuai dengan UMK Kota Batam. Ketiga, bayarlah upah para lembur pekerja. Keempat, tindak tegas oknum Disnaker yang telah berbuat semena-mena mengakibatkan terjadinya terjadinya PHK sepihak.

“Kelima, berikanlah hak-hak para pekerja, Keenam, pulihkan nama baik para pekerja,” pungkasnya. (dam)

News Feed