by

PT Sinergy PHK Karyawan Secara Sepihak, Pekerja Mengadu ke Dewan

BATAM (HK) – PT Sinergy Indonesia adakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak kepada puluhan karyawannya. Akibat PHK tersebut puluhan korban dari PHK itu mengadu ke komisi IV DPRD Kota Batam.

“PT Sinergi ini sudah memakan hak-hak kami, pihak perusahaan ini tidak mempunyai hati nurani,” ucap Edi Bahmid selaku ketua rombongan karyawan yang di PHK tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di ruang rapat komisi IV DPRD Kota Batam, Rabu (29/1/2020) sore.

Dikatakan Edi, adapun jumlah karyawan yang di PHK itu adalah sebanyak 29 orang. Oleh karenanya, bagaimanapun dia beserta teman-temanya akan terus memperjuangkan hak-haknya yang tidak dikeluarkan perusahaan tersebut.

“Saat ini kasusnya sudah sampai kepada Mahkamah Agung (MA), sebab pihak perusahaan mengajukan langkah hukum selanjutnya, yaitu kasasi pasca putusan di Pengadilan Hubungan Industri (PHI) Tanjung Pinang,” ucapnya.

Irwanda yang juga salah satu korban dari PHK itu mengatakan bahwa dengan adanya RDPU itu diharapkan kepada komisi IV DPRD Kota Batam untuk bisa membantu dan memberikan solusi yang baik bagi pihaknya.

“Kita berharap agar PT tersebut bisa membayarkan hak-hak kami ini sesuai dengan ketentuan yang ada. Untuk jumlahnya bervariasi karena diantara kami yang di PHK ini masa kerjanya juga bervariasi tahunnya,” ungkapnya.

Menurut Irwanda, saat ini pihak PT Sinergy Indonesia yang beralamat di Batuampar itu tidak ada iktikad baiknya untuk menyelesaikan hak-hak karyawan yang sudah di PHK itu.

“Kita melihat dari perusahaan tidak ada lagi iktikad baiknnya, sebab dari beberapa kali panggilan dari Disnaker tidak pernah dihadiri langsung oleh manajemen perusahaan, hanya melalui kuasa hukumnya saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Assistant Office Manager PT Sinergy Indonesia, Tresya yang hadir dalam rapat tersebut sebagai mewakili dari pemilik perusahaan itu mengatakan, bahwa dia tidak bisa mengambil keputusan terkait masalah dan permintaan dari pekerja yang di PHK itu.

“Nanti hasil rapat ini akan saya sampaikan kepada pemiliknya di Singapura, karena sampai saat ini pemiliknya tidak ada lagi datang ke Batam, terakhir pada bulan agustus 2019 lalu. Saya tidak tau rapat hari ini yang hadir banyak, saya kaget melihat yang hadir hari ini banyak,” tuturnya.(dam)

News Feed