by

Masyarakat Deklarasi Kedaulatan Maritim Laut Natuna Utara

BATAM (HK) – Sejumlah elemen pemuda, para nelayan dan masyarakat di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, tergabung dalam beberapa OKP se Kabupaten Natuna, dalam mendeklarasikan Kedaulatan Maritim Laut Natuna Utara Minggu
(26/01) sore kemaren.

Deklarasi yang dimotori oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan para nelayan di Kabupaten Natuna berlangsung pelatar Rukun Nelayan Pering Lubuk Lumbang, di Kelurahan Bandarsyah Kecamatan Bunguran Timur.

Ketua DPD KNPI Natuna, Erianto, menjelaskan, bahwa deklarasi ini merupakan bentuk tindak lanjut terkait adanya sikap negara China yang melakukan illegal fishing sekitar perairan Laut Natuna Utara, beberapa Minggu yang lalu yang dinilai sembrono, dan melecehkan kedaulatan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga menyakiti hati masyatakat Natuna.

“Kami ingin menunjukkan kepada Pemerintah, bahwa masih ada para pemuda serta nelayan didaerah perbatasan, yang selalu ada menjaga keutuhan NKRI,” tegas Erianto.

Artinya, para pemuda dan nelayan Natuna juga mendukung upaya Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Pertahanan (Menhan) RI, jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dan seluruh rakyat Indonesia, untuk mempertahankan kedaulatan Wilayah Perairan Laut Natuna Utara.

“Hal ini dibuktikan dengan turunnya Panglima Komando Gabungan dan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) Laksda TNI Yudo Margono beserta jajarannya ke Kabupaten Natuna, pada Jum’at (03/01/2020) kemarin.

“Hal ini salahsatu bukti keseriusan pemerintah terhadap pertahanan di Natuna. Kami, sangat mengapresiasi sikap itu,” kata Erianto, dengan penuh semangat.

Pasalnya kata Erianto, pasca viralnya puluhan kapal ikan asing (KIA), yang merampok ikan di sekitar Perairan Natuna, sehingga masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, musti wanti-wanti untuk melakukan aktifitas penangkapan ikan di laut mereka sendiri.

“Kami tidak ingin seluruh masyarakat nelayan Natuna resah, akibat dari adanya kejadian ini. Sehingga, menurunkan pendapatkan nelayan yang melakukan penangkapan ikan itu secara tradisional dan alat tangkap seadanya,” papar
Ketua DPD KNPI Natuna ini.

Erianto meminta kepada seluruh masyarakat di Bumi Sakti Rantau Bertuah, agar tidak resah dengan adanya isu isu bakal terjadinya perang antara China dengan Indonesia, disekitar Laut Natuna Utara.

“Itu tidaklah benar. Dari itu, marilah kita semua bersatu padu, untuk mempertahankan NKRI di Wilayah Laut Natuna, dan menolak keras Hoax yang bisa memecah belah persatuan kesatuan bangsa,” pungkasnya.

Kegiatan itu pun dihadiri HNSI cabang Natuna, Aliansi Nelayan Natuna (ANN), Forum Pemuda Muslimin Indonesia (PMI), Natuna, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pemuda Pancasila, Srikandi Pemuda Pancasila, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), dan Komunitas Muda Natuna (Komuna), beserta Pramuka.(vnr)

News Feed