by

Trump Sebut Pemakzulannya Palsu

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut pemakzulannya sesuatu yang palsu.

Diketahui, Kongres AS resmi memakzulkan Trump pada Rabu 18 Desember dengan meraih suara 230-197 atas tuduhan menyalahgunakan kekuasaan serta menghalangi proses penyidikan pemakzulannya.

Trump berkomentar soal pemakzulannya saat bertemu politisi dari Partai Republik Jeff Van Drew di kantornya.

“Saya tidak merasa seperti dimakzulkan karena itu palsu. Ini sudah diatur,” kata Trump mengutip CBS, Jumat (20/12/2019).

Presiden 73 tahun itu menyebut faksi Partai Demokrat yang mengusung pemakzulannya telah memaksa orang-orang untuk melakukan pemakzulan

“Mereka merangkul semua orang. Mereka berusaha membuat mereka melakukan apa yang harus mereka lakukan. Banyak dari orang-orang itu, seperti Jeff, di mana mereka tidak ingin memilih dengan cara itu. Tetapi saya tidak merasa dimakzulkan. ”

Dia kemudian mengulangi komentarnya di Twitter, dan mengejek Ketua DPR AS dari Partai Demokrat, Nancy Pelosi sebagai sosok yang menyedihkan. Trump juga menilai pemakzulannya adalah “sesuatu yang buruk bagi negara.”

Trump dimakzulkan dengan tuduhan penyalahgunaan keuasaan karena meminta Presiden Ukraina Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyelidiki Hunter, putra Joe Biden.

Joe Biden merupakan wakil presiden AS sebelum Trump menjabat sebagai Presiden. Biden menjadi kandidat calon presiden untuk Pemilu AS pada 2020 dan akan bersaing dengan Trump. *

(sumber: okezone.com)

News Feed