by

Merasa Dicueki, Pengamen di Karimun Pukul Kepala Orang Lain Pakai Besi

KARIMUN (HK)-Seorang pengamen jalanan di Karimun, Jaminton Marpaung (31) tiba-tiba memukul kepala Agus menggunakan batang besi bulat yang disimpan dalam tasnya, Senin, 13 Desember 2019 lalu. Pemukulan yang dilakukan pengamen itu, hanya gara-gara panggilannya tak dihiraukan korban saat melintas di gang di kawasan Sei Lakam, Kecamatan Karimun.

Begitu tahu kepalanya dipukul oleh seseorang menggunakan besi dan ketika diraba mengeluarkan darah, korban berlari mengejar pelaku hingga ke minimarket Asli Mart. Namun, korban tidak berhasil menemukan pelaku. Merasa tak terima, korban melaporkan tindak penganiayaan yang dialaminya ke polisi.

Berbekal laporan korban, polisi kemudian memburu pelaku. Dia berhasil dibekuk saat mengamen di kawasan Sei Lakam, Kecamatan Karimun pada Selasa, 17 Desember 2019 sekitar pukul 22.45 WIB. Informasinya, saat diamankan polisi, pelaku meronta-ronta. Mulutnya terus berteriak-teriak.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono melalui Kanit Idik IV Polres Karimun Iptu Brasta Pratama Putra saat ekspose kasus tersebut di ruang Satreskrim Polres Karimun, Rabu (18/12/2019) mengatakan, antara pelaku dan korban tidak saling kenal. Makanya, ketika pelaku memanggil, korban seolah tak menghiraukannya.

“Antara pelaku dan korban tidak pernah ada masalah. Tidak ada dendam diantara keduanya. Bahkan, mereka berdua tidak saling kenal. Makanya, ketika pelaku memanggil, korban seolah tak menghiraukannya, karena mereka tak saling kenal. Merasa panggilannya diacuhkan, pelaku mengejar kemudian memukul kepala korban,” ungkap Brasta.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 1 batang besi bulat, 1 unit gitar, 1 buah tas rangsel yang berisi buku, pensil, pena, baut, mur bekas, sendok, topi, besi serta 1 helai spanduk bekas Toko New Aston.

Bukan hanya pada saat penangkapan saja korban berteriak-teriak. Ketika dilakukan eksposes perkara tersebut dengan perkara kasus pencurian handphone, pelaku yang berambut gondrong juga berteriak-teriak. Dia seperti orang kesurupan. Dengan rambut terurai yang menutupi wajah, dia terus berteriak.

“Kenapa saya berada disini. Tolong, lepaskan saya. Saya tak bersalah. Saya kan sudah berdamai. Kenapa saya masih ditahan,” teriak Jaminton. Mendegar pelaku yang terus berteriak, polisi kemudian membawanya kembali masuk ke dalam sel tahanan. Pelaku bakal dijerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana 2 tahun 8 bulan. (ham)

News Feed