by

Dirjend Perhubungan Laut Siapkan 1.293 Armada kapal

BATAM (HK) – Penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) akan dilaksanakan mulai tanggal 18 Desember 2019 sampai dengan 8 Januari
2020. Namun di beberapa pelabuhan akan dilaksanakan lebih awal untuk mengurai mobilisasi penumpang dan barang.

Hal itu disampaikan langsung Kepala KSOP Khusus Batam saat membacakan amanat
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam pelaksanaan apel siaga angkutan laut Natal 2019 dan tahun baru 2020 di lapangan parkir Pelabuhan Domestik Sekupang, Batam, Rabu (18/12/2019) sore.

Dalam amanatnya disampaikan, angkutan laut Nataru ini diperkirakan akan terjadi terjadi peningkatan jumlah penumpang angkutan laut naik
sebesar 1,84 % atau 1.191.786 penumpang dibandingkan dengan tahun 2018 lalu.

Guna mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan menyiapkan armada kapal laut sebanyak 1.293 unit dengan kapasitas 3,4 juta orang penumpang.

“Sedangkan untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) telah melaksanakan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di wilayah kerja masing-masing,” jelasnya.

Kita menyadari bahwa tugas penyelenggaraan angkutan laut Nataru ini adalah tugas yang cukup berat bagi seluruh jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang harus dilaksanakan dengan rasa tanggung jawab.

“Untuk itu saya berpesan kepada seluruh
jajaran Perhubungan Laut untuk memberikan kontribusi yang optimal
serta bekerja dengan ikhlas dan sungguh-sungguh dalam melaksanakan pengawasan terhadap keselamatan pelayaran demi mensukseskan Angkutan Nataru,” pesan Dirjend Perhubungan laut.

Terkait dengan hal tersebut, ia menginstruksikan kepada seluruh jajaran
Perhubungan Laut untuk melaksanakan tugas ini dengan penuh semangat melayani saudara-saudara kita yang akan melakukan
perjalanan liburan.

“Perhatikan betul kebutuhan mereka serta jangan segan-segan memberikan bantuan kepada mayarakat yang membutuhkan bantuan, baik di pelabuhan, maupun di atas kapal laut selama dalam pelayarannya,” tegasnya.

Pastikan agar penumpang yang naik ke
kapal telah memiliki tiket resmi dan jangan sekali kali melakukan tindakan tidak terpuji terhadap para pemudik karena saya tidak akan pernah mentolerir
tindakan-tindakan seperti itu terjadi.

Dalam rangka peningkatan keselamatan pelayaran dan kualitas pelayanan publik di pelabuhan, Kementerian cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menetapkan enam lokasi pelabuhan
percontohan, yaitu Pelabuhan Muara Angke/Kaliadem, Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang, Pelabuhan Murhum Bau-Bau, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Tarakan, dan Pelabuhan Tulehu Ambon.

“Untuk itu, saya menghimbau kepada para operator pada enam pelabuhan tersebut untuk mulai menerapkan ticket online
dan sterilisasi pelabuhan sehingga jumlah penumpang yg akan naik ke kapal
bisa dikontrol dengan baik,” himbaunya.

Selain itu, lanjutnya kepada seluruh operator kapal yang melayani angkutan Nataru untuk memastikan kapal yang berlayar tidak melebihi kapasitas angkut dan dispensasi penumpang lebih yang diberikan Syahbandar.

Sedangkan khusus untuk kapal Roro pengangkut penumpang dan kendaraan dihimbau agar berat muatan di kendaraan dan dimensinya tidak melebihi ketentuan serta tidak mengangkut muatan
berbahaya tanpa mendapat izin sebelumnya.

Selamat melaksanakan tugas mulia ini. Kita berharap penyelenggaraan
Angkutan Laut Nataru akan berjalan dengan baik sebagaimana slogan milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yaitu “PASTINYA” (Pelayaran Aman, Selamat, Tertib dan Nyaman).(bob)

News Feed