by

“Sistem Pendidikan Harus Berbasis Kekinian”

Batam (HK) – Sistem pendidikan kedepan harus berbasis kekinian. Pendidikan kekinian itu adalah pendidikan yang sesuai dengan zaman sekarang. Salah satu contohnya adalah ujiannya berbasis online, sistem belajar mengajarnya berbasis IT dan anak-anak tidak lagi dibebani dengan tugas-tugas rumah atau PR yang banyak, akan tetapi lebih kepada visualnya.

Hal itu disampaikan oleh ketua Dewan pendidikan Kota Batam, Sudirman Dianto, saat seminar Pendidikan Internasional yang diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Batam, Senin (16/12/2019) di Golden View Hotel Bengkong.

Dia mengatakan, seminar itu bertujuan untuk menambah wawasan dalam penyelenggaraan pendidikan. Yakni mencerahkan pratiksi pendidikan bagaimana mengelola pendidikan itu dengan cara kekinian yang milenial.

Hal ini, lanjut dia, sesuai dengan wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang baru yang mengungkapkan penyelengara pendidikan menyesuaikan dengan perkembagan zaman, sehingga anak-anak didik Batam nantinya betul-betul bermutu.

Terkait rencana meniadakan Ujian Nasional (UN), Sudirman menyatakan kesepakatannya. Dia menilai selama ini UN tidak memberi dampak terhadap mutu pendidikan.

“Sebab, nilai UN tidak bisa dipakai untuk masuk kesekolah kejenjang berikutnya sebab untuk masuk sekolah memakai sistme zonasi. Untuk masuk perguruan tinggi, juga dites. Jadi tolak ukur UN itu untuk apa sebenarnya?” tuturnya.

Dia juga mengungkapkan, pengganti UN pada 2021 dinilai bagus, yaitu konsep asesmen kompetensi minimum dan penilaian khusus oleh sekolah masing-masing.

Jika UN ditiadakan, lanjutnya, maka dananya diharapkan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur, sehingga untuk Standar Pelayanan Minimal (SPM) maksimal.

“Kedepan, semua praktisi pendidikan bersatu dan bergandengan tangan agar terwujudnya sekolah yang bermutu,” pungkasnya. (dam)

News Feed