by

Pemuda Setubuhi Gadis 13 Tahun di Karimun, 3 Temannya Ikut Mencabuli

KARIMUN (HK)-Seorang gadis usia 13 tahun nyaris digilir 4 pemuda di salah satu wisma di Tanjungbalai Karimun, Minggu (15/12/2019). Keempat pemuda itu, dua diantaranya masih tergolong anak di bawah umur. Sebelum mencabuli korban, mereka minuman keras bersama gadis belia itu di kawasan Coastal Area.

Peristiwa itu bermula, ketika empat pemuda masing-masing inisial AP (21), YG (20), TN (17) JK (17) sedang berkumpul di taman depan RSUD M Sani, Sabtu (14/12) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat tengah asyik duduk-duduk, TN dan YG meminta dicarikan cewek untuk dibooking dengan tarif Rp200 ribu. Dua temannya, RO dan JK kemudian berhasil membawa seorang perempuan dan ikut bergabung bersama mereka.

Dari taman RSUD M Sani, mereka kemudian pindah ke kawasan Coastal Area. Disana, kelimanya kembali menenggak minuman keras. Setelah korban mabuk, keempat pemuda itu kemudian membawa korban ke salah satu wisma di Tanjungbalai Karimun. Mereka kemudian masuk ke dalam kamar 302.

“Di dalam kamar itu, salah seorang pelaku kemudian melakukan persetubuhan dengan korban. Sementara, tiga pelaku lainnya ikut memegang alat vital korban. Keempat pemuda itu berencana menggilir korban di dalam kamar wisma tersebut,” ungkap Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono saat ekspose kasus, Senin (16/12/2019).

Kata Herie, terbongkarnya peristiwa pencabulan terhadap anak dibawah umur tersebut karena banyaknya laporan dari masyarakat yang sering melihat pasangan remaja dengan begitu bebasnya masuk ke tempat penginapan. Pada saat kejadian, Polres Karimun juga menerima laporan adanya beberapa pemuda dan anak di bawah umur yang menginap.

“Kami mendapat laporan ada beberapa pemuda dan satu orang anak di bawah umur menginap di kamar 302 salah satu wisma di Tanjungbalai Karimun. Begitu menerima laporan, Unit PPA langsung turun ke lokasi. Begitu dilakukan penggerebekan, ternyata di dalam kamar ditemukan 1 anak perempuan setengah telanjang dalam keadaan mabuk dan empat orang pemuda,” terang Herie.

Saat interogasi awal kata Herie, keempat pemuda itu mengaku telah melakukan persetubuhan dengan korban. Namun, ketika dilakukan penyidikan mendalam, dari keempat pelaku hanya 1 orang yang melakukan persetubuhan sementara 3 lainnya melakukan pencabulan dengan memegang kemaluan korban.

“Keempat pelaku sudah kita amankan. Mereka sedang menjalani proses penyidikan. Sementara, korban juga sudah kita visum di RSUD M Sani, saat ini kami masih menunggu hasilnya. Pelaku bakal kami jerat dengan Undang-undang nomor 35 athun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” pungkasnya.(ham)

News Feed