by

Kerugian Nasabah Jiwasraya dan Bumiputera Capai Rp50 Triliun

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengungkapkan potensi kerugian nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kerugian tersebut mencapai Rp40 triliun-Rp50 triliun.

“Ada potensi kerugian sekitar Rp40 triliun-Rp50 triliun kerugian yang ditanggung jutaan nasabah Bumiputera dan Jiwasraya. Tapi, sampai saat ini, baru 20 nasabah dari Bumiputera dan Jiwasraya yang mengadu ke kami (BPKN),” kata Koordinator Komisi III BPKN Rizal E. Halim diĀ  Jakarta, Senin (16/12/2019).

Dia menjelaskan, penyebab gagalnya kedua asuransi tersebut membayarkan polis nasabah karena kecacatan manajemen perusahaan dan juga persolan investasi manipulatif.

“Jadi dari data yang dikumpulkan ada persoalan miss management, ada persoalan inventasi yang manipulatif di kedua asuransi. Yang berdampak pada besarnya piutang yang harus ditanggung oleh kedua asuransi tersebut,” ungkap dia.

Kemudian, lanjut dia, pihaknya menilai bahwa kedua perusahaan tersebut terlibat dalam kejahatan korporasi yaitu menghancurkan perusahaan dari internalnya sendiri.

“Maka itu, kami mendorong tindakan hukum yang bisa dijatuhkan pada dua perusahaan asuransi tersebut. Kita akan dorong ke kepolisian,” tutur dia.

Dia menambahkan sebanyak 12 juta nasabah Bumiputera dan 7 juta nasabah Jiwasraya bisa menjadi sasaran dari para oknum, apabila kasus ini tak diselesaikan.

“Kami tidak ingin oknum-oknum berusaha memanfaatkan celah untuk merugikan masyarakat dan konsumen,” pungkas dia. *

(sumber: okezone.com)

News Feed