by

Kakanwil Kemenag Kepri Hadiri Rakornas BWI

Jakarta (HK) – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA menghadiri Rakornas Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada, Selasa (10/12) di Hotel Aryaduta Jakarta. Rakor itu mengusung tema Meningkatkan Pertumbuhan Wakaf Nasional untuk Indonesia Sejahtera dan Bermartabat. Hadir dalam kesempatan tersebut Wapres RI, pengurus BWI daerah dan Kakanwil Kemenag se Indonesia.

Ketua BWI, M. Nuh, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mewujudkan pertumbuhan wakaf nasional melalui perencanaan dan rumusan penting dan strategis.

Dikatakannya, wakaf tidak boleh diam, tetapi harus produktif. Sebab setiap wakaf memiliki potensi keuangan yang besar dan bisa dimanfaatkan kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, wakaf bukan hanya tanah tetapi bisa berbentuk uang dan investasi. Jenis wakaf tersebut  memiliki potensi menumbuhkan percepatan pengembangan wakaf.

“Wakaf bukan hanya tanah, ada harta lain seperti modal atau membelanjakan modal. Dalam wakaf tidak boleh modalnya berkurang oleh karena itu wakaf itu belanja modal sehingga harta wakaf tidak boleh dibagi dulu tapi diolah dulu baru dibagi-bagi kepada nadzirnya. Nadzirnya pun maksimum 10 persen,” kata M Nuh.

Dia menjelaskan, strategi wakaf ke depan adalah investasi. Wakaf jenis ini tidak boleh dilupakan sebab dengan modal belanja investasi tersebut dapat berkembang secara membesar dan bisa menjadi solusi dalam berbagai masalah.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, KH. Maruf Amin. Dalam sambutannya ia mengatakan sempat menjadi Ketua BWI namun tidak resmi. Hal itu dikarenakan Ma’ruf juga menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres).

Saat itu Ma’ruf meminta kepada Menteri Agama era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Maftuh Basyuni untuk segera membentuk badan wakaf dan segala regulasi lainnya. Lalu Maftuh sempat bertanya soal siapa yang akan menjadi ketua BWI-nya.

“Saya bilang kalau enggak ada yang lain, saya yang jadi ketuanya,” kata Ma’ruf.

Ia menyebut setelah ditunjuk barulah dibuatkan segala regulasinya dan dirinya menjabat sebagai Ketua BWI sementara. Dengan jabatannya itu Ma’ruf pernah ikut hadir dalam acara muktamar wakaf dunia di Mekkah.

Dalam Rakornas itu panitia memfasilitasi BWI daerah untuk menyampaikan gagasan-gagasannya. Diskusi dan tukar pendapat juga menjadi agenda penting pada forum ini. (r)

News Feed