by

Nelayan Tebing Bertahan Tolak KIP Timah

Karimun (HK) – Polemik antara nelayan Tebing dengan PT Timah Tbk terkait penambangan di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) Du 747 D yang merupakan kawasan tangkap nelayan tradisional Karimun, masih belum menemukan titik terang. Nelayan tetap bertahan dengan keputusan menolak tambang timah di areal tersebut.

Tiga unit Kapal Isap Poduksi (KIP) milik mitra PT Timah Tbk yakni KIP Chun Sin, KIP Ina I dan KIP Citra Andalan I masih berada di sekitar perairan Tanjung Sebatak, Coastal Area usai dipaksa pindah oleh nelayan Kecamatan Tebing dari Desa Pongkar, Kamis (5/12) sekitar pukul 17.20 WIB lalu.

“Sampai sekarang ketiga kapal isap timah tersebut masih berada di perairan Tanjung Sebatak, Coastal Area. Kami akan terus mengawasi kapal-kapal itu agar tidak bergeser lagi ke lokasi semula atau tempat biasa nelayan menangkap ikan,” ungkap Ketua Kelompok Nelayan Tebing, A Rahim, Ahad (8/12/2019).

Kata Rahim, saat ini nelayan Tebing masing menunggu kesepakatan dengan pihak PT Timah melalui hearing (rapat dengar pendapat) yang dimediasi oleh Komisi III DPRD Karimun. Mediasi itu muncul usai aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan nelayan Tebing ke kantor DPRD Karimun, Kamis (5/12) lalu.

Aspirasi yang disampaikan nelayan diterima Sekretaris Komisi III, Abdul Manaf yang berasal dari daerah pemilihan Meral-Meral Barat dan Tebing. Saat itu, Abdul Manaf mewakili DPRD Karimun mengeluarkan sepucuk surat pernyataan penolakan sementara terkait aktivitas tambang yang dilakukan PT Timah di wilayah perairan Tebing.

Sebenarnya, PT Timah sudah mengajak nelayan berunding di kawasan Leho usai pemindahan tiga unit KPI ke Tanjungsebatak. Namun, nelayan menolak pertemuan itu, dengan alasan Komisi III DPRD Karimun akan mempertemukan mereka dengan PT Timah melalui hearing yang akan digelar di kantor DPRD Karimun.

Tak patah arang, pada hari yang sama sekitar pukul 20 WIB, PT Timah kembali mengajak nelayan untuk berunding di restoran Hotel Holiday. Namun, setelah beberapa jam ditunggu, perwakilan nelayan Tebing juga tak menampakan diri. Perundingan yang kedua kalinya itu juga batal dilakukan.

“Kami tetap bertahan sesuai dengan surat pernyataan nomor: 450/DPRD/149 yang ditandatangani Sekretaris Komisi III DPRD Karimun, Abdul Manaf untuk memediasi pertemuan dengan pimpinan PT Timah pada hari Senin, tanggal 9 Desemebr 2019. Informasi yang kami dapat, pimpinan PT Timah tak bisa hadir, kemungkinan rapat akan digelar Rabu, 11 Desember 2019,” jelas Rahim.

Sebelumnya, ratusan nelayan Kecamatan Tebing mendatangi Kantor DPRD Karimun, Kamis (5/12/2019). Mereka meminta agar dewan Karimun memindahkan tiga unit KIP PT Timah yakni KIP Chun Sin, KIP Ina I dan KIP Citra Andalan I yang saat itu mangkal di perairan Desa Pongkar, Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing. (ham)

News Feed