by

Cut and Fill di Melcem Ricuh Lagi, Warga Hadang PT Limanda

Batam (HK) – Pekerjaan pemotongan bukit (Cut and Fill) oleh PT Limanda di kawasan Melcem Sungai Tering II, Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar kembali ricuh. Warga setempat menghadang perusahaan tersebut.

Pasalnya, perusahaan itu hingga sampai kini belum bisa membuktikan batas-batas lahan yang akan dipatoknya itu kepada warga setempat termasuk menunjukan surat Hak Pengelolaan Lahan (HPL)nya dan mendatangkan pihak BP Batam ke lokasi.

Padahal sebelumnya pihak perusahaan itu berjanji kepada warga setempat, Lurah Tanjung Sengkuang dan Camat Batu Ampar akan menunjukan HPL nya dan juga mendatangkan langsung BP Batam.

Lurah Tanjung Sengkuang, Yanuar Pribadi, mengatakan pihaknya bersama Kecamatan Batuampar meminta agar perusahaan bisa menghargai warga setempat, Lurah dan Kecamatan. Salah satunya dengan cara menunjukan PL-nya yang asli dan menghadirkan pihak BP Batam untuk menjelaskan batas-batas lahan itu agar semuanya mengetahui, sebab dengan ketidakjelasnya batas lahan itu membuat keributan bersama warga setempat.

“Oleh karena itu kita adakan rapat dengan dihadiri oleh pihak perusahaan dan juga masyarakat setempat, tapi rapatnya tidak ada hasil karena perwakilan dari perusahaan arogan,” ucap Januar, Rabu (4/12/2019) di kantornya.

Ketua RT 02, RW 05 Sungai Tering II, Ramli Nasution mengatakan bahwa perusahaan itu tidak pernah koordinasi dengan perangkat RT/RW setempat dan juga tidak pernah meneriam surat.

Kalau perusahaan itu tidak bisa melihatkan surat HPL nya yang asli dan mendatangkan pihak BP Batam maka kami tidak akan handang terus perusahaan itu, kami akan tetap pertahankan hak kami.

“Ketika dilakukan pemotongan lahan pihak perusaah tidak pernah datang, yang datang cuma pekerjanya saja. Warga resah dengan aktifitas pemotongan lahan itu, karena patok lahan itu berubah-berubah,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan dari perusahaan Limanda itu, Burhan mengataka bahwa pihkanya sudah sering ingin bertemu dengan RT/RW tapi sangat susah untuk bertemu.

“HPL kita pasti ada, tidak mungkin kita berani kalau kita tidak lengkap, Saya tidak pernah neko-neko dan saya tidak pernah mengabaikan hak orang, sekecil apapu haknya akan kami bayarkan,” bebernya.

Pantauan haluankepri.com, pertemuan yang dilaksanakan di kantor Lurah Tanjung Sengkuang yang dihadiri oleh perwakilan kecamatan Batu Ampar, Babinsa, Binmas dan puluhan masyarakat itu tidak efektif dan warga sangat kecewa, sebab permintaannya tidak bisa dipenuhi perusahaan itu. (dam)

News Feed