by

Pemerintah Menyerahkan Kapal Pelra untuk Warga Subi.

NATUNA (HK) –  Sekda Kabupaten Natuna, Wan Siswandi menyerahkan 1 unit Kapal Pelayaran Rakyat (Pelra) kepada Camat Subi Awang Natuna Saputra di Pelabuhan Penagi, Ranai, Sabtu (30/11) kemari.

Kapal dengan kapasitas 30 GT bernama KM. Banawa Nusantara 52 itu merupakan hibah dari Kementerian Perhubungan.

“Alhamdulillah tahun ini kita dapat bantuan kapal 1 lagi. Dan hari ini kita serahkan untuk warga Subi, kapal ini nanti akan melayani rakyat secara langsung dan akan dioperasikan oleh kecamatan setempat,” kata Wan Siwandi.

Ia menuturkan, sebelumnya Natuna telah mendapatkan bantuak kapal dengan bobot dan jenis yang sama sebanyak 3 unit. Kapal-kapal sebelumnya sudah dioperasikan di tiga Kecamatan seperti Kecamatan Pulau Laut, Midai dan Kecamatan Bunguran Utara.

“Sekarang berarti kita sudah dapat empat kapal serupa. Tujuannya untuk memperlancar konektifity antar pulau, sehingga pergerakan barang dan orang dari pulau yang satu ke pulau lainnya termasuk ke ibu kota kabupaten dapat berjalan lebih lancar lagi,” terangnya.

Ia berharap kapal ini dapat dikelola dan dirawat dengan baik untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Camat Subi, Awang Natuna Saputra selaku penerima kapal mengapresiasi perhatian pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang telah memberika  kepedulian terhadap warga dan pemerintah di Kecamatannya.

“Ini merupakan bagian dari bukti aspiratifnya pemerintah. Keberadan kapal menjadi keperluan mendasar dan abadi di kecamatan kami karena subi berada di tengah-tengah lautan. Kami apresiasi sekali perhatian pemerintah ini,” kata Awang.

Ia mengaku, selama ini baru ada satu saja transportasi laut berupa pompong yang dimiliki kecamatan. Dengan itu, kecamatannya tidak bisa mengkover lebih banyak lagi keperluan masyarakat terkait transportasi laut.

“Sejauh ini ada 1 pompong di sana, itu pun penggunaannya hanya pada hal-hal yang bersifat urgen. Maka kami payah nak bantu masyarakat. Tapi dengan adanya kapal yang satu ini, Insya Allah kami akan dapat berbuat lebih untuk mewujudkan konektufity yang lebih lancar,” ungkapnya.

Ia mengaku, kapal itu akan resmi dioperasikan ditahun depan dengan alasan pemenuhan anggaran operasionalnya.

“Mungkin secara resminya di tahun depan, karena operasionalnya juga memerlukan anggaran. Mudah-mudahan saja ini bisa dijalankan dengan baik seperti harapan kita bersama,” tuntasnya. (fat).

News Feed