by

Polda Kepri berhasil Membongkar Sindikat Judi Singapura

BATAM (HK) – Tim Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Polda Kepri berhasil membongkar sindikat judi Singapura atau lebih di kenal dengan sebutan Judi Sijie, yang sudah lama beroperasi di Batam, Kamis kemaren.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi berhasil membekuk sembilan orang biang judi sijie dari beberapa tempat di Kecamatan Sagulung dan Kecamatan Batuaji, diantaranya itu IS sebagai bandar, ES (pengelola server), GP(pengumpul), TP (perekrut), IH dan RS, (perekap). Kemudian, UIS dan RS sebagai (pembeli), beserta barang bukti uang tunai belasan juta rupiah, laptop, 12 unit handphone, 6 buku tulis dan 4 buah pena.

Wakil Direktur Reskrimum Polda Kepri, AKBP Arie Darmanto menerangkan, pengungkapan praktek perjudian sijie tersebut, berdasarkan informasi di masyarakat. Sehingga dilakukan sebuah penyelidikan dilapangan.

“Ternyata benar. Saat pengungkapan berhasil mengamankan 9 orang pelaku perjudian serta barang bukti, dengan bertransaksi dari warung ke warung,” ungkap AKBP Arie Darmanto yang
didampingi Kepala Seksi Humas Polda Kepri, AKBP Priyo, Jumat (29/11) siang, di Pendopo Mapolda Kepri.

Diterangkan Wadir Ditreskrimum, adapun cara atau modus perjudian yang dilakukan, dengan mendatangi warung kopi secara langsung dan pemesanan melalui sms di handphone.

“Diantaranya di cucian mobil Gabe Mitra Mall, Kedai Kopi Manalu Sagulung, di Warung Kopi Kavling Seroja Kecamatan Sagulung, Warung Kopi Tampubolon, di Ruli Genta 1 Batuaji, dan Simpang RKT Pasir Putih Kecamatan Batuaji,” papar Arie.

Selain itu, ucapnya, juga melayani pemesanan melalui handphone, kemudian dipindahkan ke buku catatan dan ke laptop.

“Ada berbagai barangbukti yang kita amankan. Diantaranya adalah berupa uang tunai sebesar Rp12.732.000, 1 unit laptop, 12 unit Hp, 6 buah buku tulis serta 4 buah pena.

Arie menerangkan bahwa, uang sebanyak Rp. 12.732.000 tersebut, merupakan hasil dalam tiga kali transaksi ataupun tiga putaran dalam seminggu.

“Maka kalau beroperasi selama satu bulan itu, bisa mendapatkan hingga ratusan juta rupiah, pastinya,” papar AKBP Arie.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka ujar Wadirkrimum, diketahui praktek perjudian sijie ini telah berlangsung cukup lama, hingga bisa meresahkan di masyarakat.

“Kasus ini masih dikembangkan. Dan anggota kita masih bekerja di lapangan, untuk mencari praktek perjudian lainnya di Batam dan Kepri,” ungkapnya.

Kemudian, pungkasnya, untuk para tersangka kasus perjudian ini, akan dijerat dengan pasal 303, tentang KUHP Perjudian.

“Yaitu, dengan pidana kurungan penjara paling cepat 5 tahun dan paling lama 10 tahun, serta denda hingga puluhan juta rupiah,” pungkanya.(vnr)

News Feed