by

Rumah Polisi Karimun Dibobol, Ini Dibawa Pencuri

KARIMUN (HK)-Aksi pencuri semakin nekat di Karimun. Firman alias Wak Lawi (49) berani membongkar rumah salah seorang anggota polisi. Tak tanggung-tanggung, rumah polisi yang dibobol maling itu bahkan anggota Satreskrim. Dari rumah polisi itu, dia berhasil membawa
kabur satu unit laptop.

Bukan hanya rumah polisi, pelaku juga berhasil melakukan aksi pencurian di 4 lokasi yang berbeda. Pelaku akhirnya membekuk pelaku di Batam. Modus yang dilakukan Wak Lawi adalah dengan cara merusak pintu. Sasarannya adalah rumah kosong yang penghuninya sedang tidak
berada di rumah.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono mengatakan, berdasarkan hasil interogasi tersangka mengaku telah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 4 kali di sejumlah lokasi di wilayah hukum Polres Karimun, salah satunya merupakan
rumah anggota Polres Karimun.

“Hasil interogasi, tersangka melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebanyak 4 kali. Salah satunya di rumah milik anggota Polres Karimun. Dari rumah anggota polisi itu, tersangka Wak Lawi melakukan pencurian laptop. Tersangka kita tangkap di Batam,” ungkap
Herie Pramono saat ekspose kasus tersebut, Selasa (26/11/2019).

Sejumlah barang bukti yang disita dari pelaku adalah satu unit HP Samsung S7 warna silver, 1 unit HP Lenovo warna putih, i unit HP Nokia 105, jam tangan merk Mont Blank, uang tunai Rp48 ribu, satu helai celana jeans, satu helai kaos warna hitam dan dua buah gembok beserta kunci.

Herie menyampaikan pesan kepada masyarakat Karimun, apabila hendak meninggalkan rumah maka pastikan rumah dalam keadaan terkunci. Kemudian, menyimpan barang-barang berharga yang ada d rumah di tempat yang aman. Serta senantiasa waspada kepada seseorang yang tidak
dikenal pada saat datang bertamu ke rumah.

Tersangka Wak Lawi kepada wartawan mengatakan, dirinya tidak pernah merencanakan atau mengintai calon rumah yang akan menjadi sasaran pencuriannya. Dia hanya melihat ketika penghuni rumah sedang keluar, maka dia akan masuk ke rumah tersebut dengan cara mencongkel gembok atau kunci rumah.

Pria paruh baya yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan ini mengaku tak memiliki tempat tinggal tetap. Dia mengaku selalu berpindah-pindah tempat dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Dia nekat melakukan aksi pencurian karena untuk memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari.

“Saya tidak pernah mengintai, saya hanya keliling saja atau spontanitas, ketika melihat yang punya rumah pergi lalu saya masuk ke rumah. Saya tidak memiliki keluarga lagi, setelah bercerai dengan istri. Saya juga tak punya rumah. Uang hasil curian itu saya gunakan untuk kebutuhan saya,” ujar Wak Lawi. (ham)

Comment

News Feed