by

Jantung dan Stroke Penyebab Kematian Tinggi di Karimun

KARIMUN (HK)-Penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung, kanker, diabetes hingga menyebabkan gagal ginjal penyumbang kematian tertinggi di Karimun. Bahkan, lebih dari 50 persen penyebab kematian di Karimun disebabkan oleh berbagai penyakit tidak menular.

“Kami gencar melakukan pemeriksaan terhadap penyakit tidak menular, karena sekarang tren penyakit tidak menular sedang meningkat dan menjadi penyumbang penyebab kematian terbesar di Karimun,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi di Coastal Area Tanjungbalai Karimun, Minggu (24/11/2019).

Rachmadi mencontohkan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian tinggi di Karimun adalah stroke dan diabetes yang menyebabkan berbagai penyakit seperti gagal ginjal. Selain itu, penyakit rematik dan kanker juga menjadi penyumbang terbesar hingga menyebabkan kematian.

“Sekarang memang terjadi pergeseran dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. Upaya preventif yang kita lakukan adalah dengan mendeteksi sejak awal munculnya penyakit tersebut. Tapi kalau sudah menjadi penyakit yang kronis maka itu sudah susah untuk diobati,” terang Rachmadi.

Menurut dia, upaya yang telah dilakukan salah satunya adalah melalui Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PIS PK). Melalui program tersebut, petugas kesehatan turun ke masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan. Namun, sejauh ini yang bisa dilakukan hanya pemeriksaan tensi, kalau pemeriksaan darah anggarannya terlalu besar.

“Kita turun ke masyarakat dengan melakukan pemeriksaan seperti tensi dan mempertanyakan keluhan yang mereka alami. Kalau ada keluhan kolesterol tinggi atau diabetes, maka disarankan ke Puskesmas. Selain itu, juga digalakan melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk memeriksa tensi, kolesterol, gula darah dan asam urat,” jelasnya.

Bupati Karimun Aunur Rafiq juga mengajak masyarakat untuk menghindari berbagai jenis penyakit tidak menular dengan menjalankan pola hidup sehat seperti menjaga pola makan seimbang, tidur yang cukup, olahraga teratur dan yang terpenting secara rutin mengkonsumsi jamu sebagai minuman tradisional yang berasal dari bahan-bahan alami.

“Kita mengajak masyarakat Karimun untuk menjaga pola hidup sehat dan kembali membiasakan diri mengkonsumsi obat herbal life atau minum jamu. Sebab, kita ketahui jamu berasal dari bahan-bahan alami yang tumbuh di sekitar tempat tinggal seperti jahe, kunyit, temu lawak dan jenis tanaman obat lainnya,” ujar Aunur Rafiq.

Selain itu, kata Rafiq, masyarakat juga harus membiasakan diri untuk mengecek kondisi kesehatan dengan mendatangi tempat-tempat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas maupun Posbindu. Dengan pengecekan kesehatan secara teratur, maka akan terdeteksi bagaimana kesehatan. (ham)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed