by

Ekspor Pertanian Karimun Capai Rp68,6 Miliar

KARIMUN (HK)-Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun mencatat, hingga 17 November 2019 ini nilai ekspor komoditas pertanian di Karimun mencapai Rp68,6 miliar. Bungkil kelapa masih menjadi komoditi unggulan dengan nilai ekspor mencapai Rp44,9 miliar dengan berat komoditi 4.743 ton.

“Hingga November 2019 ini, nilai ekspor semua komoditas pertanian di Karimun telah mencapai Rp68,6 miliar. Komoditas unggulan tetap bungkil kelapa senilai Rp44,9 miliar dengan berat 4.743 ton,” ungkap Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun, drh Priyadi di Hotel Aston, Rabu (20/11/2019).

Kata Priyadi, negara yang menjadi tujuan ekspor komoditas asal Karimun itu diantaranya, Malaysia, Singapura, Filipina, Taiwan dan Hongkong. Priyadi menyebut, jika dibandingkan dengan tahun lalu, nilai ekspor Karimun terjadi penurunan sekitar Rp33 miliar, termasuk juga pengurangan jumlah tujuan negara ekspor.

“Pada tahun 2018, nilai ekspor pertanian Kabupaten Karimun mencapai Rp 101,7 miliar dengan ragam komoditas yang lebih bervariasi. Mulai dari air kelapa, bungkil kelapa, sarang burung walet, madu, ayam bibit, akar pasak bumi, nanas, pisang, alpukat, damar, karung goni, petai, talas dan ubi jalar, jelasnya. 

Dikatakan, pada 2018, Cina menjadi salah satu negara tujuan ekspor. Namun, pada 2019 ini belum muncul. Jumlah pelaku usaha tahun lalu tercatat 71 eksportir, tahun ini hanya 8 eksportir saja. Banyak komoditas ekspor pada tahun 2018 ada, namun pada tahun ini tidak ada lagi, seperti nanas dan pisang dengan tujuan Malaysia.

Penjelasan itu disampaikan Priyadi saat focus group discussion (FGD) dengan mengusung tema “Sinergitas Untuk Peningkatan Investasi dan Ekspor” digelar di Hotel Aston Karimun. Kegiatan itu dibuka Bupati Karimun Aunur Rafiq dan dihadiri Ketua DPRD Karimun Yusuf Sirat serta sejumlah pimpinan FKPD Karimun.

Menurut Priyadi, Kabupaten Karimun memiliki potensi pertanian yang besar dan lokasi yang sangat strategis. Dengan kondisi itu, diharapkan selain dapat mencukupi kebutuhan pangan juga mampu berkiprah di pasar ekspor. Selain itu, juga dibutuhkan sinergitas antar lembaga dalam penguatan regulasi.

“Dengan menginventarisasi permasalahan atau hambatan yang dihadapi melalui diskusi ini, diharapkan dapat memberikan solusi sehingga bisa menghasilkan penambahan kuantitas dan kualitas yang signifikan terhadap komoditas ekspor pertanian di bumi berazam ini, serta meluasnya negara tujuan ekspor,” terangnya.

Semetara itu, Bupati Karimun mengaharapkan, dari diskusi tersebut dapat membuat regulasi-regulasi baru di Kabupaten Karimun, sesuai dengan tugas dan bidang dari instansi masing-masing.

“Hasil dari diskusi akan ditindak lanjuti pada rapat teknis nantinya, untuk menyikapi hal-hal atau persoalan apa saja yang dihadapi oleh perusahaan, eksportir termasuk UKM,” kata Rafiq. (ham)

Comment

News Feed