by

92 Warga Binaan Lapas Kelas II A Batam Dapat Remisi Natal

Batam (HK) – Sebanyak 92 warga binaan Lapas Kelas IIA Batam, Barelang mendapatkan remisi atau pengurangan hukuman memperingati Natal dan Tahun Baru.

Pengurangan tahanan ini diusulkan oleh pihak Lapas Batam melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) untuk memberikan pengurangan masa hukuman atau remisi.

Tidak saja warga binaan di Lapas Batam, namun sejumlah warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIB Batam dan warga binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Batam serta warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Batam juga mendapatkan remisi.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Batam, Surianto, kepada haluankepri.com, mengatakan, remisi atau pengurangan masa pidana diberikan kepada warga binaan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.

Selain itu, lanjutnya, diatur dalam PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah diubah menjadi PP Nomor 99 Tahun 2012, serta Kepres Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

Jadi, sambungnya kembali, untuk tahun 2019 ini, ada 92 warga binaan Lapas yang mendapatkan remisi pengurangan hukuman.

Dan dari jumlah itu, diantaranya remisi umum (RU I) ada sebanyak 90 orang, sedangkan remisi umum (RU II) ada sedikitnya 2 orang. “Jadi, untuk tahun ini, ada 92 yang dapat remisi umum I dan II,” jelas Surianto, Rabu (20/11/2019).

Katanya, para warga binaan yang mendapatkan remisi ini merupakan warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, di antaranya telah menjalani pidana minimal enam bulan masa tahanan di lembaga pemasyarakatan.

“Para warga binaan yang mendapatkan remisi Natal dengan syarat tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana). Kemudian, serta turut aktif mengikuti program-program pembinaan di Lapas ini,” terangnya.

Selain itu, warga binaan tersebut harus berkelakuan baik dan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan positif di lembaga pemasyarakatan.

“Tapi, bagi yang bandel dan suka membuat keributan, jangan berharap untuk bisa mendapatkan remisi ini,” tegasnya lagi.

Ia juga berharap, pemberian remisi ini dapat membuat para warga binaan menyadari kesalahannya. Setidaknya jika keluar nanti, tidak melakukan kesalahan lagi. (ded)

Comment

News Feed