by

DLH Ambil Sampel Minyak Hitam di Belakang Padang

Batam (HK) – Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam bersama Camat Belakang Padang sudah melakukan pemetaan dan pengambilan sampel sebaran minyak hitam di Belakang Padang. Pengambilan sampel dilakukan di dua titik yakni di laut serta pinggir pantai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Herman Rozie, melalui Kabid Perlindungan Amjaya, mengatakan sudah menyampaikan informasi ini di group gabungan pusat serta Provinsi. Bahkan pada hari yang sama, saat meninggalkan lokasi tersebut kapal KPLP melakukan patroli, perwakilan dari provinsi juga meninjau lokasi dan juga dari Kapolsek Belakang Padang.

“Pada saat turun sekitar jam 1. Kita mengambil sampel di laut. Melakukan penyisiran dilaut, kondisi dilaut sebarannya tipis, memang yang agak tebal sebarannya di daerah pelabuhan, sebelah kanan kalau naik ke darat,” ujarnya.

Dikatakan, minyak hitam tersebut diduga hasil pencucian lambung kapal. Namun saat ini belum diketahui siapa pelakunya. Sepertinya pelaku sengaja membuangnya. Pas angin musim utara minyak itu dibuang tengah laut.

“Saat ini belum dapat diketahui siapa pelakunya,” ujarnya

Lebih lanjut, Amjaya mengatakan, Pada hari pengambilan sampel tersebut, Amjaya mengatakan langsung tim Pertamina Sambu turun ke lokasi melakukan penyemprotan oil dispersan untuk mengurangi dampak pemecahan dari oil sphil.

“Dengan cara menyemprot oil dispersan yang tujuannya adalah untu menurangi dampak pencemaran oil spills,”ujarnya.

Menurutnya, setelah dikasih dispersan tersebut, efeknya masih berkurang. Namun metode yang paling bagus diangkat minyaknya di sedot pakai oil bom.

“Minyak hitam tersebut dikategorikan sebagai Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), baunya sangat Menyengat,”ujarnya.

Selanjutnya, Amjaya menjelaskan hingga saat ini kita belum mengetahui siapa pelakunya.

“Kejadian ini sudah tejadi berulang ulang, namun hingga saat ini belum diketahui pelakunya” ujarnya.

Amjaya juga mengatakan, Pusat sudah membentuk satgas oil spil dibawah koordinasi Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Pemprov juga sudah membentuk tim di yang anggotanya terdiri dari Kabupaten/Kota Seprovinsi Kepri, salah satu tugas kabupaten Kota adalah melakukan pengambilan sample tumpahan minyak tersebut.

“Tim DLH juga melakukan pengambilan koordinat dan membuat pemetaan seberapa besar sebaran tumpahan minyak tersebut, hasil maping kita diperkirakan sebaran yang terkena dampak lebih kurang 45,2, “ujarnya. (put)

Comment

News Feed