by

Besok, Digelar OP LPG di kantor Camat Sagulung

Sagulung (HK) – Isu kelangkaan Gas LPG 3 Kg khususnya di Sagulung, Pemerintah Kota Batam melalui Disperindag yang bekerjasama dengan PT Pertamina, adakan operasi pasar LPG, di halaman kantor Camat Sagulung, Selasa (19/11) pagi besok.

Operasi pasar dilakukan menyusul kelangkaan elpiji bersubsidi itu di Sagulung selama beberapa pekan terakhir.

Akibat kelangkaan tersebut warga Sagulung mengakui kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg tersebut. Jika pun ada, warga harus membelinya dengan harga tinggi, yakni mencapai Rp20.000/tabung. Bahkan, ada pengecer yang menjual seharga Rp30.000/tabung.

Selain itu, diketahui Pertamina menggelar operasi pasar dilokasi sekaligus dengan menambah kuota fakultatif sebanyak 800 tabung.

Menanggapi operasi pasar gas melon tersebut, Rejo, salah satu warga Sagulung mengaku jika masih sulit mendapatkan gas melon meski rumahnya dekat dengan pangkalan. Namun begitu adanya informasi jika pihak pemerintah gelar operasi pasar LPG, warga Sagulung pun menyambut baik.

“Memang masih sulit cari gas, Pak. Tapi bagaimana pun kita tetap cari terus gas daripada tak masak dirumah. Tapi emang ada operasi gas melon besok, kami pun sangat sambut baiklah,” ujarnya saat itu.

Warga Sagulung lainnya juga menyatakan jika gas melon di pangkalan bersangkutan tak selalu tersedia. Akibatnya harus mencari gas melon di tingkat pengecer ke sejumlah perumahan lainnya.

“Saat gas melon itu tersedia, warga pun membeli berapa pun harga yang dijual pengecer asal bisa mendapatkan gas melon. Biasanya dia membeli seharga Rp20 ribu/tabung hingga Rp 25 ribu per tabung,” katanya kembali.

Sesuai aturan, mestinya pangkalan menjual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 18 ribu/tabung.

Sementara, Lurah Tembesi, Muhammad Hafiz mengatakan, pemerintah gelar operasi dikarenakan adanya isu kelangkaan gas melon tersebut. Bahkan, diketahui warga sulit mendapatkan gas melon.

Banyak warga menggunakan elpiji 3 kg sebagai bahan bakar untuk memasak kebutuhan sehari-hari. Selain warga, di sisi lain usaha mikro kecil menengah (UMKM) tumbuh sehingga meningkatkan konsumsi gas melon. (ded)

Comment

News Feed