by

Sidang Putusan Billy Cs Ditunda, Ini Komentar Tokoh Tionghoa Meral

KARIMUN (HK) – Sidang putusan kasus dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur dengan empat terdakwa yakni, Billy Bravomac, Michael, Vincent dan Agustino di Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun, Rabu (6/11/2019) ditunda. Majelis hakim yang menyidangkan kasus tersebut tersebut akan membacakan vonis terhadap empat terdakwa, Selasa (12/11) pekan depan.

Keempat terdakwa telah dituntut 3 bulan kurungan dan denda Rp5 ribu oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herlambang Adi Nugroho pada sidang sebelumnya, Rabu (30/10). Sidang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun, Joko Dwi Hatmoko dengan hakim anggota Yanuari A Gaffar dan Yudi Rozadinata

“Keempat terdakwa terbukti secara hukum melakukan penganiayaan terhadap korban (TS) dengan pidana penjara 3 bulan penjara dipotong masa tahanan yang sudah dijalani dan denda 5 ribu rupiah,” ungkap Herlambang di Nugroho saat membacakan tuntutannya.

Herlambang mengatakan, para terdakwa dinyatakan terbukti secara sah melakukan penganiayaan terhadap TS sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat 1 Jo 55 ayat 1 ke satu KUH Pidana.

Tokoh masyarakat Tionghoa di Meral, Acai Lim menanggapi tuntutan yang disampaikan JPU tersebut. Menurut Acai, tuntutan jaksa telah terbukti kalau keempat terdakwa melakukan penganiayaan dengan ancaman hukuman 3 bulan penjara dan denda Rp5 ribu. Tetapi, kenapa tidak disebutkan kalau penganiayaan yang dimaksud adalah penganiayaan anak di bawah umur.

“Dalam tuntutannya, jaksa memang mengatakan, kalau terdakwa terbukti secara hukum melakukan penganiayaan terhadap korban. Kita tahu korban adalah anak di bawah umur. Harusnya, jaksa menggunakan pasal yang berhubungan dengan anak di bawah umur,” ungkap Acai Lim kepada haluankepri.com, Kamis (7/11/2019)

Acai Lim mencontohkan, pernah terjadi kasus pemukulan dengan pelaku 2 orang di Meral. Pelaku yang satu diancam dengan hukuman satu tahun penjara. Sementara, pelaku yang satu lagi diancam dengan hukuman 11 bulan. Namun, kenapa kasus Billy Cs terbukti melakukan penganiayaan terhadap anak di bawah umur cuma diancam 3 bulan penjara.

Dikatakan, dia selaku tokoh dan pemuka masyarakat Tionghoa di Meral memohon kepada majelis hakim untuk menegakan hukum sebaik-baiknya. Dia meminta jangan ada tebang pilih dalam penegakan hukum. Dia melihat jauh sekali perlakuan dalam hal penegakan hukum dalam kasus dengan terdakwa Billy Cs.

“Kita berharap, majelis hakim bisa mempertimbangkan dengan melihat fakta sidang dari beberapa kali sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun. Kita melihat, hakim bisa mempertimbangkan kalau korban dalam perkara ini adalah anak di bawah umur dan harusnya pasal yang diterapkan juga terkait undang-undang perlindungan anak,” ungkapnya. (ham)

Comment

News Feed