by

Razia, Angkutan Umum Lakukan Ini

Sagulung (HK) – Belasan mobil Bimbar warna Merah dan Biru serta mobil carry tiba-tiba mendadak berhenti dipinggir jalan saat melihat razia penumpang angkut barang, di area SP Sagulung, Rabu (6/11/2019) pagi.

Dalam kegiatan tersebut, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) kota Batam melibatkan pihak unit Lantas Polresta Barelang dengan Polisi Militer (PM).

Pantauan di lapangan, saat kegiatan, petugas dari Polisi dan Dishub pun langsung mengarahkan para pemilik mobil untuk diperiksa petugas Dishub.

Melihat petugas berdiri dipinggir jalan, tiba-tiba juga bus Bimbar warna merah dan Biru serta mobil carry langsung mendadak berhenti dipinggir jalan. Sontak, para sopir bus tersebut juga langsung menurunkan penumpangnya di kawasan SP Plaza.

Bahkan pada saat razia, tak ada yang berani mobil Bimbar dan carry melintasi jalan tersebut. Mereka pun memilih berhenti sembari menunggu razia selesai.

“Biasalah bang, ada razia di area SP Sagulung itu. Jadi takut melintas soalnya KIR mobil ini sudah mati dan tak berlaku lagi,” kata Jones, salah satu sopir Bimbar tersebut.

Sama halnya dikatakan Sony, salah satu sopir carry. Ia pun berpura-pura tak menambang karena masih ada razia dikawasan SP Sagulung tersebut.

“Mobil ini sudah mati KIR bang. Takutnya ditangkap makanya tak berani lewati petugas itu,” ujarnya.

Sementara, Ade Chandra, kepala seksi Pengawasan dan Ketertiban Lalu Lintas Dishub Batam menuturkan, kegiatan itu bertujuan untuk memeriksa kelaikan kendaraan agar tercipta keselamatan berlalulintas. Pihaknya berhasil menjaring sebanyak 40 an kendaraan telah diperiksa mulai dari mobil box, truk, mobil pick up, carry dan mobil Bimbar.

Dari hasil operasi, petugas menindak 40 kendaraan yang melanggar uji berkala, yang melanggar dimensi tata cara muat yang melebihi batas muatan.

“Operasi ini adalah agenda rutin sekali seminggu kita lakukan. Selain di area SP ini, kita juga sudah melakukan razia di terminal Jodoh. Jadi, operasi ini bersinergi dengan kepolisian. Selain perizinan kendaraan, sasaran operasi ini adalah tata cara muat angkutan barang,” ujarnya Ade Chandra, saat itu.

Masih lanjutnya, kegiatan ini bukan berarti mendiskriditkan angkutan barang dan angkutan penumpang. “Tapi kaitanya dengan keselamatan berkendara di jalan,” terangnya.

Oleh karena itu, sambungnya lagi, pada saat buku KIR nya diamankan pihaknya memberikan pengarahan dan akan disidangkan pada 20 November mendatang di Pengadilan Negeri Batam.

“Dalam operasi ini, Buku KIR nya kita amankan. Kemudian kita berikan pengarahan setelah itu akan kita sidangkan pada tanggal 20 November mendatang di Pengadilan Negeri Batam,” pungkasnya. (ded)

Comment

News Feed