by

Operasi Zebra Seligi 2019, Berapa yang Ditilang?

Batam (HK) – Tingkat presentasi pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polresta Barelang meningkat 100 persen. Hal ini terbukti dengan penilangan yang dikeluarkan oleh satlantas sebanyak 1726 penilangan pada Operasi Zebra Seligi 2019 yang baru usai digelar selama 14 hari.

Meskipun telah dilakukan berbagai macam upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tertib berlalulintas, seperti penyuluhan, sosialisasi dan penyebaran spanduk oleh satlantas Polresta Barelang.

“Namun, tingkat kesadaran masyarakat kota Batam masih minim,” ungkap Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmad Purboyo didampingi Kasatlantas Polresta Barelang, AKP Muchlis Nadjar dalam konferensi persnya di Mapolresta Barelang, Rabu (6/11/2019) pagi.

Lanjutnya, dibandingkan 2018 lalu, penilangan yang dikeluarkan hanya 802 penilangan, artinya presentasi pelanggaran lalu lintas ini meningkat 100 persen.

“Adapun barang bukti yang diamankan pada operasi zebra Seligi 2019 ini diantaranya, SIM 489, STNK 783 dan kendaraan sebanyak 454 unit,” jelasnya.

Sementara untuk pelanggaran lalu lintas didominasi pengguna sepeda motor, yakni 1480 unit, dengan rincian pelanggaran tidak menggunakan helm SNI 65, surat-surat 1298 dan lain-lain 117

“Dibanding dengan data 2018 lalu, jumlah pelanggar lalu lintas sebanyak 699 unit motor, hal ini naik 100 persen,” jelasnya.

Untuk pelanggaran jenis mobil dan kendaraan khusus sebanyak 246, dibandingkan 2018 lalu hanya 66 naik 100 persen,” tambahnya.

Lebih jauh, untuk korban meninggal dunia pada operasi zebra Seligi 2019 meningkatkan 100 persen yakni 4 orang, luka berat 6 orang, luka ringan 10 orang dan jumlah kerugian materi Rp54, 8 Jt.

“Sementara itu, profesi pelaku pelanggaran didominasi paling banyak karyawan swasta yakni, 1648 orang, PNS 2 orang, pelajar/mahasiswa 52 orang dan supir 24 orang,” pungkasnya. (bob)

Comment

News Feed