by

Pemukiman Warga Kaveling Baru Kerap Banjir

BATAM (HK) – Dua hari berturut-turut hujan lebat sejak minggu (27/10) hingga Senin (28/10) lalu, pemukiman warga RT03/RW21, Kaveling Baru, Bida Kabil, kelurahan kabil, kota batam dilanda banjir hinga mencapai 50cm.

Diduga luapan air berlumpur tersebut kiriman dari lahan yang dikelolah oleh perusahaan PT Kaliban. Pasalnya, drainase yang dibuat pihak pengembang tersebut dangkal dan tidak memadai.

Sehingga drainase yang aliran airnya yang bercampur lumpur itu meluap ke pemukiman warga yang sempadan dengan lahan milik PT Kaliban tersebut.

“Puluhan rumah warga disini sering di genang air berlumpur bila mana hujan lebat, buktinya sekarang udah kita lihat sama-sama pak, disini hampir satu RT menjadi korban banjir,” ungkap salah satu warga saat ditemui pada Rabu (30/10/2019) sore.

“Ditambah lagi, terlihat dataran komplek rumah warga kami lebih rendah dari pada proyek lahan tersebut, makanya air meluap langsung kearah pemukiman warga disini,” tambahnya.

Atas kejadian ini, warga sangat menyesali dengan keberadaan proyek perumahan atas perusahaan PT Kaliban, “sebab pihak pengembang tidak pernah memperhatikan dampak masyarakat disini

“Dampaknya yang ada saat ini hanya kebanjiran. Sejak tahun 2016 lalu mereka melakukan penimbunan lahan baru sering terjadi kebanjiran, dulu tak separah ini diwilayah kami. Sesalnya”

Dia juga mengaku sudah hampir 12 tahun tinggal disana, namun dampak banjir tidak pernah separah saat ini.

Bahkan, lanjutnya hingga saat ini belum ada solusi dari pihak pengelola lahan terhadap dampak banjir di tempat tinggal kami ini pak,”

“Dari awal mengerjakan lahan tersebut, mereka tidak pernah memikirkan faktor lingkungan sepadan terhadap warga disini, sepertinya pihak pengembang itu asal hantam aja tidak memikirkan dampaknya,” katanya.

Hari ini kita sangat mengapresiasi kepedulian Polsek Nongsa dan Babinsa Kabil sebab mereka turut membantu warga saat banjir di komplek warga sini, “hari ini alat berat Beko sudah diturunkan dari lurah kabil untuk pelebaran drainase,” katanya.

Ketua RT03, Badi mengatakan hampir puluhan rumah warga mengalami kebanjiran, termasuk salah satu mushola disana tergenang air bercampur lumpur, tinggi air mencapai 40cm,” ungkap Badi.

Sementara itu, menurut Ketua RW 21, Turah bahwa dampak banjir disebabkan selokan parit kurang lebar, termasuk dangkal sehingga pembuangan air meluap ke komplek warga, ketepatan persis bersebelahan dengan lahan milik pengembangan PT Kaliban.

Sebelumnya, persoalan warga dengan pihak pengembang PT Kaliban sudah pernah dibicarakan untuk mengatasi permasalahan dampak banjir dari sejak tahun 2016 sampai tahun 2017.

“Tapi pihak pengembang PT Kaliban tidak merespon, saat itu warga sudah merasa kesal dengan pihak pengembang disana. Ujarnya”

Terpisah, Lurah Kabil, Safaat mengatakan pihaknya sudah mendatangi alat berat dari dinas PU Kota Batam untuk pekerjaan sepanjang drainase di RW21.

“Banjir sudah selesai, saat ini kita lagi mendatangkan alat berat long’ahm dari dinas PU untuk pekerjaan sepanjang drainase disana, selesai pekerjaan di wilayah RW21, alat beratnya akan kita pindahkan lagi RW09 yang juga mengerjakan drainase,” ucap Safaat, Rabu (30/10/2109).

Lanjutnya, kalau saya tidak menyinggung pihak PT Kaliban dengan warga yang ada disana, itu hak warga disana, kita hanya fokus pekerjaan saja.

“Namun bisa aja dampak banjir disana (rw21) besar kemungkinan berhubungan dengan lahan PT Kaliban disana, karena sepadan wilayah mereka, tutupnya.(bob)

Comment

News Feed