by

Pulang dari Malaysia, Istri Siri Polisikan Mantan Suami

KARIMUN (HK)-Intan Puspakawangi warga Meral Kota, melaporkan Alfian (47), mantan suami yang menikahinya secara siri ke polisi. Laporan itu gara-gara Alfian menjual perabotan rumah dan emas milik ke korban dengan nilai Rp18.900.000 ketika korban berangkat mencari kerja ke Malaysia.

Kejadian berawal ketika Intan pamit kepada Alfian untuk berangkat ke Malaysia. Saat berpamitan itu, dia menitipkan anaknya yang sudah berusia 10 tahun serta seluruh barang berharga miliknya, mulai dari emas hingga perabotan. Pada saat berangkat ke Malaysia, status Intan dan Alfian sudah berpisah.

Pada saat pulang ke rumahnya, Senin (26/8/2019) sekitar pukul 12.00 WIB lalu. Dia terkejut mendapat seluruh perabotan rumahnya sudah tak ada lagi. Korban kemudian memeriksa barang-barang berharga miliknya yang disimpan di laci kamar, semuanya juga sudah ludes. Korban lalu menghubungi nomor handphone Alfian, namun nomornya sudah tak aktif lagi.

Tanpa berfikir panjang, korban mendatangi toko emas tempat dia membeli emas dulunya. Penjual emas mengakui, kalau dia memang telah membeli beberapa untaian emas dari pelaku. Saat itu juga, korban melaporkan tindakan pencurian ataupun penggelapan barang-barang berharga miliknya itu ke kantor polisi.

Kapolsek Meral, AKP Hadi Sucipto ketika dikonfirmasi, Senin (23/9) membenarkan adanya laporan warga yang menjadi korban penggelapan dan pencurian barang berharga tersebut. Begitu menerima laporan korban, polisi kemudian bergerak mengejar pelaku dan berhasil membekuknya.

“Memang benar, kami menerima laporan polisi dari warga terkait kasus pencurian dan pemberatan. Korban mengaku mengalami pencurian atau penggelapan barang-barang berharga miliknya yang diambil oleh mantan suaminya sendiri. Total kerugian yang dialami korban sebesar Rp18.900.000,” ungkap Hadi Sucipto.

Kata Hadi, rincian barang yang dijual pelaku adalah

1 buah gelang emas seharga Rp7.600.000, 1 buah kalung emas seharga Rp2.550.000, 1 buah cincin emas seharga Rp850.000, 1 buah gelang emas seharga Rp2.000.000, 1 buah gelang emas seharga Rp2.500.000, 1 unit TV merk LG seharga Rp3.000.000 dan 1 unit kipas angin merk Sanyo seharga Rp400.000.

“Pelaku berhasil ditangkap anggota kami pada Sabtu, 21 September 2019 sekitar pukul 23.30 WIB. Saat ditangkap, dia berusaha melawan petugas. Namun, tetap berhasil dibawa ke kantor. Saat diinterogasi penyidik, pelaku mengakui perbuatannya mencuri barang-barang milik korban,” jelasnya.

Hadi menyebut, antara pelaku dan korban pernah menikah siri. Namun, pada saat korban berangkat ke Malaysia mereka sudah pisah. Karena pelaku merasa status dia dan mantan istri sirinya sudah bercerai. Maka sepeninggal korban ke Malaysia, pelaku menikah lagi dengan perempuan lain.

“Mereka berdua hanya menikah siri. Jadi, ketika mereka sudah berpisah dan pelaku menganggap mereka sudah bercerai. Maka pelaku menikah lagi dengan perempuan lain. Sementara, isi perabotan rumah dan barang-barang berharga milik mantan istri sirinya itu dijual oleh pelaku,” jelas Hadi. (ham)

Comment

News Feed