by

Pelaku Kejahatan Cyber Kuras Rekening Senilai Rp50 Juta

BATAM(HK) – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri bekuk dua tersangka pelaku kejahatan cyber, kedua tersangka itu adalah David dan Ade Yuli Herliyana.

Dirditreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Rustam Mansur menjelaskan bahwa kedua pelaku telah melakukan tindak pidana ilegal akses atau SIM, mereka ditangkap di dua kota yang berbeda.

“David (D) diamankan di Palembang, Sumatera Selatan, sementara Ade Yuli Herliyana (AY) diamankan di Jakarta. Saudara D merupakan otak pelaku, bahkan dia ini juga residivis dengan kasus yang sama,” ungkap Rustam saat konferensi persnya di Mapolda Kepri, Senin (23/9/2019) sore.

Adapun kejadian tersebut adalah dialami oleh korban Ridho Amrullah (RA) warga Sungai Raya, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun pada Juli 2019 lalu.

“Berawal dari laporan korban RA selaku pemilik nomor telepon di salah satu Provider yang merasa bahwa nomor teleponnya yang tersambung dengan akun Mobile dan Internet Banking telah digunakan oleh seseorang,” jelas Rustam.

“Dimana, akibat dari pergantian kepemilikkan nomor handphone tersebut, korban RA mengalami kerugian berupa pemindahan saldo rekening Bank miliknya senilai Rp50.610.000 dan sisa uang di rekening korban RA tersisa Rp2 juta 68 ribu,” tambahnya.

Dikatakan, dalam melancarkan aksinya, kedua pelaku yang diamankan mengaku tidak saling kenal. Menurutnya aksi kejahatan tersebut cukup rapih dan tersistematis.

“Modus operandi yang dilakukan, mereka menarget calon korban dengan cara mencari nomor handphone secara acak, maka dapatlah 08129396xxxx yang merupakan nomor milik Ridho,” jelasnya.

Lanjutnya, ketika dapat nomor yang ditarget, lalu pelaku menghubungi RA lalu pelaku meminta E-banking milik korban untuk mentransfer uang. Agar tidak diketahui, pelaku David berpura-pura sebagai pihak Bank.

“Setelah selesai langkah pertama ini, David kemudian meminta bantuan pihak lain, yakni meminta bantuan kepada Aris Munandar (AM) alias Bakar warga Binaan di salah satu Lapas yang ada di Pulau Jawa untuk mencari orang yang berperan sebagai pengganti kartu di Telkomsel,” ucap Rustam.

Kemudian, lanjut Rustam, AM meminta bantuan AY untuk mengganti kartu serta mengalihkan identitas nomor 08129396xxxx, Seolah-olah nomor itu miliknya.

“Pengalihan nomor 08129396xxxx berhasil menjadi milik AY. Dimana, penggantian dilakukan di GraPARI Telkomsel di Jakarta. Setelah nomor 08129396xxxx dikuasai, maka mereka melancarkan aksi dengan cara memindahkan saldo milik korban,” beber Rustam.

Dalam hasil penyelidikan polisi, AY mendapatkan upah sebesar Rp5 juta, sedangkan Aris Munandar mendapat Rp7,5 juta. Apakah ada keterlibatan pihak GraPARI itu? tentu pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan.

Tidak berhenti di situ saja, dalam melancarkan aksinya David tidak sendirian, ia dibantu oleh Saiful alias Saipul yang kini masih status DPO.

Saiful berperan sebagai penyedia Website yang seolah-olah milik Bank tertentu, sehingga dengan mudahnya mereka menggasak uang calon korban.

Untuk barang bukti yang diamankan, yakni Empat Unit Handphone, SIM Card, formulir pergantian nomor telepon, KTP, dua buku tabungan dan sisa uang dari hasil kejahatan senilai Rp. 2.068.000. (cw63)

Comment

News Feed