by

Polisi Ungkap Motif Pembakaran Hutan di Batam, Ini Alasan Para Pelaku

BATAM(HK) – Sejak Agustus 2019 hingga saat ini Polda Kepri telah mengungkap sebanyak 15 kasus pembakaran hutan di wilayah hukum Polda Kepri dominan Mempunyai motif yang sama.

“Dari hasil interogasi dan pengembangan penyidikan, para pelaku mempunyai motif nyaris sama. Hutan atau lahan yang dibakar untuk mengurangi cost atau biaya,” ungkap Direkrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Rustam Mansur, Rabu (18/9/2019) siang.

“Motif lain agar anggaran yang dikeluarkan lebih murah. Tanpa melakukan pembabatan, tentu dengan cara membakar dapat mengurangi biaya yang besar. Padahal perbuatan ini dilarang oleh undang-undang,” Tambahnya.

Selain itu, motifnya mereka melakukan pembakaran hutan atau lahan, kemudian pergi meninggalkan lokasi, Setelah api padam, lalu kembali lagi ke lokasi. Nah serah balik kami tangkap, karena kami sudah mendeteksi.

“Untuk itu kami minta kepada masyarakat jangan bakar hutan karena kami punya satelit dan ketahuan siapa pembakarnya. Jangan kira kamu bisa menghindar, kami pasti kejar da kami tangkap,” tegas Rustam.

Sementara itu, dari 15 kasus, pihaknya telah menetapkan tersangka, untuk di Batam tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, sementara yang lainnya ada di Bintan.

“Ada tiga di Batam dan terbanyak ada di Kabupaten Bintan, semua sudah tersangka. Kami juga sedang mengembangkan soal kasus ini. Sejauh mana keterlibatan tersangka,” beber Rustam.

Di Batam sendiri terjadi di Barelang, ketiga tersangka yang belum diketahui identitasnya itu, diduga membakar hutan secara sembarangan yang mengakibatkan kebaran hutan.

“15 tersangka terancam hukuman lima belas tahun penjara dengan dijerat pasal 78 ayat 3 dan 4 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan pasal 108 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH),” pungkasnya. (Cw63)

Comment

News Feed