by

Polisi Karimun Sita 3.950 Butir Ekstasi

KARIMUN (HK)-Seorang warga inisial AC tak berkutik ketika diamankan polisi di lobi salah satu hotel di kawasan Tanjungbalai Karimun, Senin, 9 September 2019 lalu sekitar pukul 23.15 WIB. Pria tersebut diduga sebagai pengedar narkotika jenis pil ekstasi. Ketika digeledah, ternyata di saku celana sebelah kiri ditemukan 4 butir pil ekstasi.

Malam itu juga, polisi meminta pelaku untuk mengatakan dari mana dia mendapatkan barang haram itu. Kepada polisi, dia mengaku memperoleh pil ekstasi tersebut dari temannya inisial IS. Tanpa membuang waktu, polisi kemudian memburu IS. Dia berhasil ditangkap di kediamannya di Seilakam Timur.

Sama seperti rekannya AC, pelaku IS juga tidak mampu melawan ketika diperiksa polisi. Dia menunjukkan tempat persembunyian sejumlah narkotika di rumahnya itu. Pada saat penggeledahan yang disaksikan perangkat RT setempat, polisi menemukan sejumlah barang bukti narkotika yang disimpan di dapur rumahnya.

Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya saat mengekspose kasus tersebut di kantornya, Kamis (12/9/2019) sore mengatakan, penangkapan tersangka AC berawal dari informasi masyarakat. Warga memberi tahu kalau ada seseorang yang diduga menyimpan pil ekstasi saat berada di salah satu hotel di Karimun.

“Setelah menginterogasi pelaku AC, maka anggota mengembangkan dengan memburu satu pelaku lainnya inisial IS di rumahnya di Kelurahan Sei Lakam Timur pada Selasa, 10 September 2019 sekitar pukul 01.30 WIB. Saat ditangkap, anggota kita menemukan 2 butir pil ekstasi di tangan pelaku,” ungkap Hengky.

Kata Hengky, anggotanya kemudian melakukan penggeledahan di rumah pelaku. Dari hasil penggeledahan yang disaksikan pihak berwenang, ditemukan 1 paket sabu di dalam kotak rokok Dunhill. Selanjutnya di temukan 1 bungkusun besar berisi 3950 butir pil ekstasi warna biru merk Lego, 466 butir pil happy five dan 1 paket kecil sabu-sabu di dalam lemari dapurnya.

Dikatakan, saat kedua pelaku diiterogasi, mereka menyebut mendapatkan narkotika tersebut dari seseorang dengan inisial AS. Saat ini pelaku masih dalam pengejaran polisi atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi juga masih mengembangkan kasus tersebut dengan mengungkap jaringannya.

Saat ekspose kasus tersebut, Kapolres Hengky kembali menginterogasi salah seorang pelaku. Kepada Kapolres, tersangka mengaku kalau dia nekat menjual narkotika jenis pil ekstasi untuk biaya kebutuhan sehari-hari membayar uang sewa rumah. Pil ekstasi tersebut per butirnya dijual seharga Rp160 ribu.(ham)

Comment

News Feed