by

Dinkes Pantau Perkembangan Kabut Asap di Tanjungpinang

TANJUNGPINANG (HK) – Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang, pantau kepekatan kabut asap yang sejak beberapa hari lalu hingga kini mulai menyelimuti Kota Tanjungpinang.

“Kita evaluasi terus, pengamatan langsung dan memanfaatkan hasil pengukuran kualitas udara oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Batam. Nanti kalau perkembangannya, diperlukan juga akan kita keluarkan masker untuk masyarakat,” ungkap Rustam, Kamis (12/9).

Hal senada juga disampaikan, Kepala DLH Kota Tanjungpinang, Yuswandi yang mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan BTKL Batam. Karena lanjut Yuswandi, alat yang di dinasnya tidak lengkap dan yang lengkap alat pengukuran indeks udara milik BTKL Batam.

“Kita akan berkoordinasi terkait ketebalan kabut asap ‘kiriman’ ini. Kalau kualitas udara yang normal dari indeks udara normal pada polutan indeks kisaran 0-50. Apabila lebih dari itu tentu udara sudah tidak sehat,” jelas Yuswandi.

Berdasarkan data yang dirilis AirVisual, pada Kamis (12/9), kualitas udara Kota Tanjungpinang berada pada kategori tidak sehat di angka 165 menurut parameter US Air Quality Index (AQI US). Atau dengan parameter konsentrasi polusi PM 2.5 sebesar 81 µg/m³ dengan kelembapan 83 persen dan kecepatan angin 3,6 km/jam.

Terkait hal ini, kembali dilanjut Rustam bahwa kabut asap biasanya berdampak pada gangguan pernafasan atau Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Namun sejauh ini, dampak kabut asap jelasnya tidak begitu signifikan. Bahkan tidak ada kenaikan untuk penderita gangguan pernafasan tersebut.

“Biasanya yang sering terserang adalah anak-anak, sementara orang dewasa mereka punya daya tahan tubuh tinggi. Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA, termasuk di antaranya asma, bronkitis dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik,” pungkasnya. (rco)

Comment

News Feed