by

Pejabat Malaysia Bantah Sengaja Lepaskan Narkoba ke Karimun

KARIMUN (HK)-Tingkat penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu di Karimun cukup tinggi. Hampir semua pelaku penyelundupan barang haram itu mengaku kalau narkoba yang mereka bawa berasal dari Malaysia. Tudingan narkoba berasal dari Malaysia dibantah Kepala Jawatan Kuasa Keselamatan Daerah (JKKD) Pontian, Johor, Malaysia, Haji Zulkifly bin Haji Mohamad Tahir.

“Pontian dan Karimun sebenarnya hanyalah daerah transit peredaran narkotika. Karena kebanyakan dadah (sabu-sabu) itu berasal dari (kilang) perusahaan yang besar yang dibuat di utara dan bukan berasal dari Malaysia. Baik pontian dan Karimun hanya daerah transit untuk pasaran yang lebih luas,” ungkap Zulkifly di Kantor Bupati Karimun, Rabu (11/9/2019) sore.

Kepala Jawatan Kuasa Keselamatan Daerah (JKKD) Pontian, Johor, Malaysia atau setingkat Bupati di Pontian, Haji Zulkifly bin Haji Mohamad Tahir bersama sejumlah kepala dinas dan pejabat terkait di daerahnya melakukan lawatan kerja ke Karimun. Kedatangan mereka disambut Bupati Karimun, Aunur Rafiq dan jajarannya.

Dijelaskan, sama seperti di Karimun ataupun Indonesia pada umumnya. Penyelundupan narkoba di Malaysia juga banyak dilakukan di pelabuhan tikus. Menurut dia, semua barang yang masuk di pelabuhan resmi pasti akan diawasi dan diperiksa secara ketat oleh petugas Bea Cukai dan Imigrasi setempat.

“Kalau melihat kepada pelabuhan yang terdaftar. Kita ada mekanisme dan cara pengawasan. Kalau pelabuhan tikus atau jalan-jalan hantu, itu yang kita risau. Di negeri kami jalan-jalan hantu itu masih ada. Disanalah, para penyelundup itu akan membawa narkoba ke negeri lain termasuk ke Indonesia,” jelasnya.

Dirinya menyebut, bukti ketegasan pemerintah Malaysia bagi narkoba, hukuman bagi pelaku narkotika tidak main-main. Bagi pengedar narkoba akan dihukum gantung. Sementara, bagi pemakai atau pengguna akan dilakukan rehabilitasi selama dua tahun. Jika mereka telah sembuh, maka tidak dibenarkan lagi tinggal di daerahnya. Mereka akan dipindahkan ke daerah lain.

“Di Johor dan juga di Malaysia, kita melakukan pengawasan yang ketat soal narkoba ini. Hukuman untuk pengedar narkoba itu jelas digantung. Sementara, bagi pemakai mereka akan direhabilitasi selama dua tahun, kemudian setelah sembuh mereka akan dipndahkan ke daerah lain,” ujar Zulkifly.

Untuk memperketat pengawasan narkoba di pelabuhan Kukup, Malaysia, kata Zulkifly, maka pihaknya akan menambah langkah-langkah keselamatan. Supaya dua negeri bertetangga baik itu Pontian maupun Karimun bisa terbebas dari penyelundupan narkoba. Setidaknya mengurangi status Pontian dan Karimun sebagai daerah transit narkoba.

Sementara, Bupati Karimun Aunur Rafiq menambahkan, tujuan kedatangan rombongan Jawatan Kuasa Keselamatan Daerah (JKKD) Pontian, Johor, Malaysia ke Karimun adalah hanyalah rangkaian kunjungan biasa. Para pejabat Pontian ke Karimun membahas tiga isu krusial yakni soal narkoba, nelayan dan penyelundupan.

“Tujuan pejabat dari Pontian, Johor Malaysia ke Karimun adalah untuk membahas isu soal narkoba, nelayan dan penyelundupan. Pertemuan itu hanyalah sebatas saling tukar informasi dan tak ada diikat dengan perjanjian kerjasama. Kedua daerah sepakat untuk sama-sama menjaga soal nelayan, penyelundupan dan peredaran narkoba di daerah masing-masing,” pungkasnya. (ham)

Comment

News Feed