by

Ngesti Panen Cabai Perdana Sekaligus Buka Open Turnamen

NATUNA (HK)- Kunjungan Kerja Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti Kekecamatan Batubi yang belum lama ini dimekarkan dalam rangka peningkatan perkonomian di bidang pertanian.

Kunker pada Selasa (3/9) siang itu didampingi oleh Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0318/Natuna, Letkol (Czi) Ferry Kriswardana, S.Sos., M.Tr, (Han), melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) ke Kecamatan Bunguran Batubi.

Pada kesempatan itu, Ngesti bersama rombongan dan didampingi jajaran Pemerintah Kecamatan Bunguran Batubi langsung disambut petani untuk ikut serta dalam panen perdana cabai merah, dan sayur mayur.

Sambil memetik cabai, Ngesti berdialog dengan petani soal kebutuhan penunjang pertanian agar lebih maksimal. Di antaranya seputar sulitnya pupuk subsidi dan tingginya harga obat obatan.

Bahkan, komoditi cabai di Natuna saat ini menjadi topik utama lantaran harganya tidak stabil, sehingga banyak pedagang memilih memesan dari luar Natuna.

“Ditengah tingginya harga cabai saat ini, petani di Desa Sedarat Baru mampu membuktikan bahwa harga cabai dapat ditekan jika petani tetap konsisten menanam cabai,” ujar Ngesti.

Selain itu, Ngesti juga menyempatkan diri untuk membuka Open Turnamen Olahraga yang digelar oleh Pemerintah Kecamatan Bunguran Batubi, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke 74.

Sementara Kepala Desa Sedarat Baru, Gunawan menuturkan, dengan lahan seluas 1/4 hektar, melalui proses perawatan hingga panen, dalam tiga hari, petani bisa memanen 130 kilogram cabai merah. Harga cabai saat ini masih berkisar Rp100 ribu perkilogram.

“Yang bikin mahal itu karena produksi cabai lokal sedikit. Sementara permintaan konsumen tetap. Kalau petani konsisten menanam cabai, maka harga di pasaran pun tetap stabil,” timpal Gunawan.

Pada kesempatan itu, pemerintah desa bersama petani berharap kepada Ngesti melalui Dinas Pertanian Natuna dapat memberi perhatian lebih kepada petani melalui pemberian bantuan pupuk subsidi dan obat obatan.

Dua poin tersebut sambung Gunawan, masih menjadi persoalan utama petani dalam meningkatkan produksi pertanian di Desa Sedarat Baru.

“Sulitnya mendapatkan pupuk subsidi dan tingginya harga obat-obatan juga bagian dari keluhan petani di desa ini. Semoga segera ada tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Natuna khususnya dinas terkait,” tutupnya. (fat)

Comment

News Feed