by

Polisi Wacanakan Cek Urine Sopir-Sopir Bus Sekolah

BINTAN (HK) – Pasca penangkapan 3 orang warga Bintan berinisial JF, SY dan ZH terkait pengungkapan penyelundupan 118 Kg lebih sabu-sabu, jajaran Polres Bintan mewacanakan akan memeriksa urine sopir-sopir bus sekolah yang ada di Bintan.

Upaya ini akan dilakukan, untuk menghindari kemungkinan buruk yang terjadi bila sopir bus tengah bertugas mengantarkan anak sekolah dibawah pengaruh narkoba. Sebagaimana diketahui, JF, SY dan ZH berprofesi sebagai sopir bus sekolah.

“Ya kita akan wacanakan itu (tes urine),” ungkap Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, Rabu (4/9) kemarin.

Menurutnya langkah tersebut penting. Sebab, sopir-sopir bus sekolah memiliki tanggung jawab menjaga keselamatan penumpangnya yakni anak sekolah saat diantarkan menggunakan angkutan gratis yang disubsidi Pemkab Bintan.

Boy tak mau, ada kecelakaan bus sekolah lagi yang terjadi di Bintan apalagi jika disebabkan karena pengaruh narkoba. “Jangan sampai itu terjadi, jadi harus diantisipasi,” timpalnya.

Ketiga tersangka yang kini menunggu nasib hukuman itu merupakan sopir-sopir bus sekolah. Ketiganya mengakui kepada penyidik kepolisian diupah Rp 50 juta untuk meloloskan 1 kwintal lebih kristal haram tersebut.

Terungkap pula, aksi ketiganya sudah lima kali meloloskan barang haram dari Malaysia. Meski demikian, Boy saat press rilis kemarin mengungkapkan barang haram itu tak pernah dijual kepada anak-anak sekolah.

“Ya tujuan Sumatera dan Jawa, dikirim rencananya lewat Dompak,” ungkapnya.

*Oknum Bhabinkamtibmas Diperiksa Intensif

Sementara itu, ditengah kebanggaan para pejabat Polres Bintan karena berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu 118 Kg lebih. Ada oknum polisi berpangkat Brigadir yang berulah.

Dia merupakan oknum Anggota Bhabinkamtibmas Desa Toapaya Selatan yang bertugas di Polsek Gunung Kijang. Brigadir berinisial A itu digerebek warga Gesek Km 20 Desa Toapaya Selatan disebuah rumah yang dihuni Johan alias Ahwa, residivis kejahatan narkoba pada Rabu (4/9) dini hari kemarin di Rt 17 Rw 05 Desa Toapaya Selatan.

Dari penggerebekan itu, warga menemukan kristalan putih yang dicurigai sabu-sabu. Namun, saat dites oleh Satres Narkoba Polres Bintan kristalan putih itu negatif mengandung Metamfetamin atau sabu-sabu.

Kendati demikian, hasil tes urine terhadap Brigadir A menunjukkan hal sebaliknya. Kasat Narkoba Polres Bintan AKP Nendra Madya Tias menegaskan, urine Brigadir A positif Metamfetamin.

Kini, Brigadir A pun diperiksa secara intensif oleh Propam Polres Bintan. Kanit Propam Polres Bintan Ipda Sutomo menerangkan, Brigadir A sedang menjalani pemeriksaan secara intensif oleh anggotanya.

“Dari kemarin (pasca penangkapan oleh warga) sudah kami tindaklanjuti dengan memeriksa yang bersangkutan, RT, RW dan saksi lainnya, akan dilaksanakan KKEPP (Komisi Kode Etik Profesi Polri),” ungkapnya.

Apakah selanjutnya sanksi yang akan diterima anggota Polsek Gunung Kijang itu sanksi pemecatan, Sutomo belum bisa memastikan.

“Tergantung hasil sidang pembuktian nanti putusannya,” timpalnya.(oxy)

Comment

News Feed