by

Asriadi Ditetapkan Tersangka Kasus Perizinan BBM Bersubsidi

BATAM (HK) – Polisi telah menetapkan As (43) sebagai tersangka, setelah melakukan sebuah OTT pada Pegawai Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Rabu (28/8), sore.

Penetapan itu berdasarkan hasil pemeriksaan dan barang bukti (BB), yang didapatkan polisi saat melakukan OTT maupun penggeledahan keruang kerja tersangka, berupa uang tunai di saku sebesar 500 Dollar Singapura dan Surat atau Dokumen perizinan, di Jalan Raja Ali Haji, Sekupang Selasa (27/8) sore pukul 18.00 WIB.

Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmad Purboyo mengatakan kemungkinan tersangka lainnya masih ada, yang diduga bekerjasama dengan Asriadi selama ini.

“Diduga kasus ini telah berlangsung lama, dan mungkin saja ada tersangka lainnya, yang saat ini masih kita lakukan suatu pendalaman,” kata Prasetyo Rabu (28/8) sore, ketika gelar ekspos di Mapolresta Barelang.

Satu tersangka yang diamankan berinisial AS, sebut Kapolresta, merupakan staf budidaya di dinas KP2K tersebut sebagai pelaku utamanya

“Bisa saja kasus ini menjalar ke ASN yang lain. Makanya kasus ini masih kami dalami, hingga bisa membongkar pelaku lainnya,” ungkapnya.

Untuk mengungkap kasus penyalahgunaan itu, AKBP Prasetyo menerangkan, hingga saat ini pihaknya sudah memeriksa sebanyak 9 orang saksi, baik dari tempat kejadian perkara (TKP) maupun dari dalam lingkungan dinas tersebut.

Termasuk salah satunya itu ialah, sebut AKBP Prasetyo, Kadis KP2K Husnaini, dan beberapa Kepala Bidang (Kabid) dan staf KP2K lainnya, dengan menyalahgunakan jabatannya dalam memberikan izin.

“Terhadap Kadis dan Kabid, statusnya masih sebagai saksi dan sudah kita periksa. Namun akan kami dalami, apakah ada keterkaitannya atau tidak. Atau atas peirntahnya, atau tidak,” tegas Kapolresta Barelang.

Proses pemeriksaan terhadap Husnasini, ucap Prasetyo ini sudah berlangsung sejak kemarin malam setelah OTT dilakukan di Cafe Exselso, Tiban, Sekupang.

“Kami sudah mengamankan SGD 500, beserta satu unit handphone, dan setumpuk dokumen untuk pengurusan sebuah surat rekomendasi, dari ruang kerja untuk dapat melakukan suatu pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU dengan harga bersubsidi,” terang Kapolresta.

Dengan modus meminta sejumlah uang, sebut Prasetyo, maka surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi untuk nelayan tersebut, dapat dikeluarkan dengan segera.

“Sebenarnya jika berkas lengkap, untuk proses surat rekomendasi itu bisa selesai dalam satu hari. Tapi ini diperlambat, padahal pengurusan surat tersebut gratis,” jelasnya.

Pada kesempatanitu Kapolresta juga meminta kepada para pihak yang juga diminta sejumlah uang untuk mengeluarkan surat rekomendasi pembelian BBM, dapat melaporkannya kepada kepolisian.

“Artinya, kalau ada korban-korban lainnya, bisa segera diinformasikan beserta melaporkannya kepada kami,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Husnaini dan para Kabid Dinas KP2K Batam, sekarang ini tengah diperiksa oleh pihak penyidik diruangan Unit II, Tipikor Satreskrim, Polresta Barelang.

Pantauan dlapangan Kepala Dinas KKP Batam Husnaini, beserta 3 orang bawahannya (kabid) datang ke Mapolresta Barelang, sekitar pukul 12.00 WIB, dengan menggunakan baju biasa.

Keempat orang itu, lansung masuk keruangan Satreskrim dari pintu samping yang kemudian menuju keruangan Unit II Tipikor serta masuk. Karena, kehadiran mereka itu sudah ditunggu tim penyidik, untuk diperiksa maupun dimintai keterangan.

“Kehadiran kami disini untuk dapat memenuhi panggilan polisi, terkait kasus OTT ASN Dinas KKP Batam,” ungkap Josua, Kabid Perikanan, Rabu (28/08) siang.

Saat ditanya keterkaitannya dalam kasus OTT tersebut, Josua mengatakan tidak ada. Sebab, saat OTT tersebut terjadi, dia sudah pulang ke rumah. Sehingga, menggerebekan Tim Saber tidak diketahuinya.

“Kendatangan saya ini hanya dalam memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan sebuah keterangan saksi saja. Begitu juga dengan Ibu Kepala Dinas,” ucap Josua, singkat dan masuk keruangan penyidik Tipikor.

Sementara Kepala Dinas, Husnaini alias Neng telah duluan masuk keruangan penyidik Unit II Tipikor dan Neng lansung duduk didepan meja anggota penyidik Satreskrim.(vnr).

Comment

News Feed