by

Pintu Masuk Piayu Laut Dipungut Biaya

  • Wisata Kuliner Terancam Sepi

SEI BEDUK (HK) – Pengunjung yang menikmati wisata kuliner di wilayah Piayu Laut mengaku resah. Pasalnya, adanya pungutan liar (pungli) seperti uang parkir di pintu masuk lokasi tersebut.

Akibatnya, pengunjung kesana pun menjadi sepi dan semakin lama semakin berkurang. Aksi yang diduga pungli itu pun terjadi saat weekend, Sabtu dan Minggu.

“Saya tak tahu dan tiba-tiba di jalan raya Piayu Laut itu harus membayar tiket masuk. Untuk sepeda motor Rp 3000 dan untuk roda empat Rp. 5000,” ujar Hendra, seorang pengunjung.

Dia juga mengaku kaget karena tiba-tiba ada petugas parkir di simpang masuk wilayah. Yang parahnya lagi, jalan raya ditutup dan dimintai retribusi.

“Ini kan tempat kuliner. Kok di area jalan raya gini dibikin pagar masuk. Ini kan tempat makan. Semacam pungli ini menurut saya,” terangnya, Rabu (28/8) pagi.

Dampak dari kejadian pungutan liar di jalan raya yang merupakan akses satu-satunya menuju Piayu Laut ini, para wisatawan bisa saja akan berkurang, dan hal lainnya masyarakat dan pemancing di luar Piayu juga mulai merasa tidak nyaman.

“Pemilik kuliner pun kalau mereka ingin bicara, pasti ini berdampak ke mereka nantinya, mereka turut dirugikan atas kejadian tersebut karena berkuranganya para pengunjung ke tempat kuliner mereka,” jelas Anita, warga lainnya di luar Piayu Laut menyatakan keberatan yang sama.

Katanya lagi, sebaiknya pemerintah atau pihak terkait harus ambil tindakan. Jangan malah dibiarkan begini.

“Kalau dibiarkan ini bakal merugikan. Jalan raya kok dipungutin biaya, ini kan tempat umum, kok diatasnamakan jalan masuk kawasan wisata. Ini kan bukan wisata khusus,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu petugas pengutip retribusi parkir dilokasi hanya diam saja saat diminta keterangannya. (ded)

Comment

News Feed