by

Perusahaan PMA Berinvestasi Senilai 609 Juta USD di Batam

BATAM(HK) – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus melakukan langkah aktif mendorong percepatan pelaksanaan berusaha di Indonesia khususnya kota Batam.

Hal ini disampaikan langsung oleh kepala Dinas Dinas Penanaman Modal (DPM) Pelayanan terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Batam, Firmansyah saat dikonfirmasi haluankepri.com, Rabu (28/8/2019) siang.

“Periode Januari-Juni tahun 2019, BKPM telah mencatat Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang masuk ke Batam sebanyak 205 Perusahaan.

“Dengan realisasi investasi seluruhnya senilai Rp2 Triliun,” kata Firmansyah.

Untuk perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) periode Januari-Juni Tahun 2019 sebanyak 642 perusahaan dengan realisasi investasi senilai 409 Jt USD.

Firmansyah menjelaskan, perusahaan PMA yang banyak diminati saat ini disektor industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, optik dan Jam.

Namun, investasi terbesar yakni, disektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi dengan nilai investasi senilai 136 Jt USD.

Jika dibandingkan dengan data tahun 2018 lalu realisasi investasi untuk perusahaan PMDN senilai Rp3,1 Triliun.

“Sementara untuk perusahaan PMA realisasi investasi senilai 572 Jt USD,” jelasnya.

Untuk calon investor yang masuk saat ini belum ada data yang valid, sebab ada perubahan mekanisme sistem.

“Sebelumnya, kita kenal namanya Izin Prinsip dan masuk melalui sistem SPIPISE BKPM dan dari izin prinsip ini kita bisa mengetahui secara detail profil calon investornya,” kata Firmansyah.

“Nah, sejak sistem OSS ada perubahan mendasar, yaitu tidak ada lagi izin prinsip lalu diganti dengan Nomor Induk Berusaha dan Izin Usaha (dengan atau tanpa komitmen). Untuk sementara akses untuk tata kelola data rekap investasi masih melalui BKPM karena masih penyempurnaan sistem OSS nya,” pungkasnya. (cw63)

Comment

News Feed