by

Harga Cabai Masih Rp100 Ribu

KARIMUN (HK) – Harga cabai masih tetap bertahan Rp100 ribu per kilogram, selama tiga bulan terakhir. Hampir semua pedagang sayur mayur di pasar tradisional Tanjungbalai Karimun menjual cabai dengan harga sebesar itu. Hanya cabai dengan kualitas rendah yang dijual dengan harga Rp90 ribu per kilogram.

Ilham
Liputan Karimun

Upik, pedagang sayur di Pasar Puan Maimun saat ditemui Ahad (25/8) mengatakan, dia menjual cabai dengan harga Rp90 ribu per kilogram. Menurut dia, ada beberapa pedagang yang malah menjual Rp100 ribu per kilogram. Cabai yang dijual pedagang sayur saat ini berasal dari Pulau Jawa.

“Cabai ini didatangkan dari Pulau Jawa, makanya harganya dijual mahal. Mahalnya karena tingginya biaya transportasi. Biasanya, cabai yang masuk ke Karimun berasal dari Medan, Sumbar dan dari Jawa. Informasi yang kami dapat, kapal pengangkut sayuran dari Padang rusak, sehingga pasokan sayur dari Sumbar juga terhenti,” ungkapnya.

Upik menyebut, informasinya kapal tersebut sudah selesai dalam masa perbaikan. Kemungkinan mulai pekan depan sudah mulai berlayar ke Karimun. Menurut dia, kalau cabai diangkut menggunakan kapal Roro, maka harganya bisa sangat tinggi. Selama ini, cabai yang didatangkan dari Sumbar menggunakan kapal kayu.

Pedagang yang berasal dari Payakumbuh, Sumbar ini mengatakan, cabai paling murah dijual saat ini cuma Rp90 ribu per kilogram. Murahnya harga cabai itu karena kondisinya sudah mulai membusuk. Upik menyebut, awalnya cabai itu didatangkan dalam kondisi baik. Namun, karena faktor kelamaan diatas kapal, maka kondisinya makin berkurang ketika sampai di Karimun.

Meroketnya harga cabai di pasar tradisional Karimun itu membuat sejumlah ibu rumah tangga kelimpungan memenuhi kebutuhan bambu dapur bagi keluarganya.

Karena mahalnya harga cabai, sebagian ibu lebih memilih mengurangi jumlah belanjaan dapur. Namun, kebanyakan mereka hanya mengurangi konsumsi cabai.

Imel (38) misalnya, warga Meral ini biasanya membeli sekali membeli cabai sebanyak 1 kilogram untuk kebutuhan satu minggu. Namun, begitu dia mengetahui harga cabai meningkat dua kali lipat dari harga biasanya, maka dia terpaksa hanya membeli saparuh saja, yakni setengah kilogram.

“Harga cabai sekarang betul-betul mahal. Biasanya, kami membeli cabai hanya dengan kisaran Rp40 ribu-Rp60 ribu per kilogram. Bahkan, kadang ada yang menjual dibawah Rp40 ribu. Tapi sekarang harga cabai mencapai Rp100 ribu. Biasanya saya beli cabai 1 kilogram, sekarang terpaksa hanya setengah kilogram saja,” ujarnya.

Bukan hanya harga cabai, harga sejumlah komoditi lainnya juga mengalami peningkatan, seperti bawang merah Jawa, kentang, tomat dan berbagai jenis sayur mayur. Namun, peningkatan harga komoditi lainnya itu tak terlalu menonjol, rata-rata cuma sekitar Rp2.000 per kilogram. ***

Comment

News Feed