by

BWSS Serius, Pemkab Belum Siap- Terkait Persoalan Air Besih

NATUNA (HK)- Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra IV, Ismail Widadi mengatakan perencanaan dan penganggaran pembangunan Embung Sebayar Natuna sudah selesai dilakukan oleh pihaknya sejak tahun lalu.

“Kami serius ingin membangun pada tahun 2018, tapi belum bisa dilaksanakan karena belum ada ketersediaan lahan. Kemudian tahun 2019 kami usulkan lagi anggarannya,” ujar Ismail Widadi, kemarin.

Selain lahan, pembangunan Embung yang direncanakan akan memakan lahan sekitar 93 hektare itu belum bisa dijalankan karena dokumen lingkungan (AMDAL) juga belum berhasil disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna.

“Kami sudah meminta pihak Pemda untuk segera menyelesaikan dokumen lingkungan yang sedang dilengkapi,” tegasnya.

Kebutuhan lahan Embung Sebayar kebutuhan lahannya seluas 93 hektar dengan daya tampung airnya 3,6 juta meter kubik. Kebutuhan anggaran konstruksinya sebesar Rp54 miliar.

“Embung Sebayar ini untuk meningkatkan ketersediaan air di wilayah Ranai dan sekitarnya,” ujar Ismail.

Pemerintah Kabupaten Natuna saat ini baru dapat lahan sekitar 5 hektare dari total luas lahan yang diperlukan. Lahan tersebut didapatkan dari hibah yang diberikan oleh Mantan Bupati Natuna, Daeng Rusnadi.

Lahan ini akan diperuntukkan sebagai area tubuh Embung dan sisanya sebagai area genangan air.

“Ya betul, BWSS sudah siap dengan perencanaan dan anggarannya. Tapi kita daerah belum siap lahan untuk area genangannya,” kata Kabid Sumberdaya Air, Dinas PU Kabupaten Natuna, Hermanto.

Namun begitu ia mengakui pihaknya tengah berupaya mempersiapkan lahan yang diperlukan oleh pembangunan itu.

“Tapi surat pernyataan kesiapan membebaskan lahannya sudah kita siapkan, tinggal ditandatangani pak Bupati aja. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa ditandatangani agar proses pembangunan Embung itu segera bisa dilaksanakan,” ujarnya.(fat)

Comment

News Feed