by

Polisi Ajak Warga Bijak Bermedsos

KARIMUN (HK)-Kapolsek Balai Karimun, AKP Budi Hartono menghimbau kepada para pendeta dan tokoh agama nasrani yang ada di Karimun agar bisa menyampaikan kepada umatnya untuk tidak mudah terpancing atau terprovokasi dengan informasi-informasi yang muncul di media sosial (medsos). Sebab, informasi yang beredar di medsos belum jelas kebenarannya.

Pernyataan itu disampaikan Budi Hartono saat pertemuan dengan sejumlah pendeta dan tokoh agama nasrani di Gerai Kopi Polres Karimun, Coastal Area, Selasa (20/8). Himbauan tersebut terkait pasca terjadinya penangkapan mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya belum lama ini.

“Mari kita sama-sama menjaga agar Karimun tetap dalam suasana yang kondusif. Saya meminta kepada kita semua untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Kita jangan mudah terprovokasi dengan berita atau informasi yang beredar di media sosial. Karena, berita di medsos belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ungkap Budi.

Kata Budi, sudah menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat untuk menjaga NKRI, agar jangan terpengaruh terhadap paham komunisme, terorisme, anti Pancasila dan SARA serta menolak terhadap berita berita hoaks. Untuk itu, maka perlu dilakukan pendekatan dan penggalangan sesegara mungkin dengan tokoh masyarakat.

“Pendekatan seperti ini untuk mengantisipasi kejadian yang meluas dan berkepanjangan. Kita tidak mau masyarakat terprovokasi dengan isu intoleransi antar agama di medsos. Selama ini Karimun sudah aman dan kondusif, maka marilah kita bersama-sama menjaga kerukunan hidup antar umat beragama di daerah kita ini,” ujarnya.

Romo Christiono Widodo dalam kesempatan itu mengatakan, sehubungan dengan adanya penangkapan mahasiswa di Malang dan Surabaya, maka dihimbau kepada pastor maupun jemaat gereja Katolik Santo Yosep Tanjungbalai Karimun agar tidak terprovokasi dengan kejadian di Papua maupun berita di medsos.

‘Sampai saat ini, umat Katolik di Kabupaten Karimun tidak ada yang terprovokasi dengan kejadian-kejadian nasional. Akan tetapi, kita tetap menghimbau kepada pastor maupun jemaat Gereja Santo Yosep Tanjungbalai Karimun agar tidak terprovokasi dengan isu-isu dan berita yang beredar di medsos,” pungkasnya. (ham)

Comment

News Feed