by

Pelindo Kembali Bangkitkan STS

KARIMUN (HK)-Bisnis pelayanan jasa labuh, pandu dan tunda kapal pelabuhan ship to ship (STS) transfer di perairan Karimun yang pernah sepi beberapa tahun belakangan, kembali dilirik. Adalah PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun yang berencana menghidupkan kembali bisnis yang pernah menjadi primadona di Karimun itu.

“Kita optimis bisnis STS transfer di Karimun bisa kembali berkembang. Kita terus berusaha agar kapal-kapal kembali masuk ke Karimun. Kami sudah berupaya menjalin kerjasama dengan pemilik kapal maupun broker-broker minyak untuk masuk ke Karimun,” ungkap General Manager PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun, Syahri Ramadhana di ruang kerjanya, Rabu (21/8).

Kata Syahri, selama ini kepercayaan pemilik kapal untuk melabuhkan kaapl-kapal mereka di pelabuhan STS Karimun memang sudah hilang. Hilangnya kepercayaan itu, karena tidak adanya kepastian keamanan dan kenyamanan kapal saat labuh jangkar di pelabuhan STS transfer. Untuk mengembalikan kepercayaan, pihaknya kini sedang berusaha keras melobi para pelaku usaha perkapalan.

“Jujur saja, masalahnya cuma satu. Ketika kapal sudah masuk, tahu-tahu ketika kapal mau keluar nelayan protes. Mereka menyebut jaring mereka putus disapu kapal. Mereka kemudian minta ganti. Agen kapal mau saja mengganti, namun mereka harus ngecas dulu. Ketika perusahaan mempertanyakan ke nelayan tak ada yang mengaku,” jelasnya.

Syahri menyebut, tak butuh waktu lama mengembalikan bisnis STS transfer di Karimun. Dirinya berjanji, dalam waktu dua bulan ke depan kapal-kapal yang akan labuh jangkar di pelabuhan STS transfer Karimun akan kembali berdatangan. Sarana dan prasarana pendukung tetap disediakan PT Pelindo. Soal tarif pihaknya berani berada di bawah STS transfer di Nipah.

“Kita cuma meminta, pemerintah daerah agar mendukung rencana untuk mengidupkan kembali bisnis STS di Karimun. Seperti halnya Malaysia dan Singapura, pemerintah disana sangat peduli sekali, sehingga badan usaha disana enak menjalankan bisnis ini. Jika pemerintah mendukung penuh, maka kita yakin kapal yang datang di pelabuhan STS akan kembali ramai,” jelasnya.

Upaya untuk menggenjot PAD dari STS transfer sebenarnya bukan hanya menjadi wacana Pelindo semata, Pemkab Karimun juga kembali melirik kelesuan STS transfer. Bupati Karimun Aunur Rafiq juga pernah merencanakan untuk memanggil seluruh stakeholder terkait seperti PT Pelindo, KSOP, Lanal Karimun dan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Karimun.

“Salah satu sektor jasa yang perlu dikembangankan adalah STS. Kami akan coba duduk dengan semua pemangku kepentingan seperti Pelindo, KSOP, TNI AL dan BUP Karimun. Orientasinya yang pertama bukanlah profit (keuntungan), melainkan adalah pelayanan. Dengan layanan yang baik, maka pengguna jasa akan merasa senang,” ungkap Aunur Rafiq beberapa waktu lalu.

Kata Rafiq, Karimun punya wilayah perairan yang potensial dijadikan sebagai areal STS transfer, labuh jangkar dan lay up kapal. Hanya butuh sentuhan regulasi yang baik dari regulator. Untuk tahap awal, bukan langsung mengambil keuntungan melainkan multiplay effect, yakni dengan membuka lapangan pekerjaan dan perputaran ekonomi yang baru.

“Karimun punya market, punya wilayah yang potensial, punya regulasi yang bagus. Hanya tinggal menarik para buyer untuk datang ke Karimun. Caranya, dengan melakukan promosi besar-besaran dan diimbangi dengan pelayanan yang baik. Kalau perlu harga jasa yang kita berikan jauh dibawah daerah lain,” tuturnya.

Aunur Rafiq juga meminta kepada operator pelabuhan seperti PT Pelindo dan BUP Karimun untuk menghilangkan ego sektoral dalam pengembangan STS transfer di Karimun. Dirinya berharap, agar dua operator pelabuhan di Karimun itu bisa saling bergandeng tangan dalam memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.

“Kedua operator harus bisa saling memahami kewenangan masing-masing. Jangan lagi ada ego sektoral. Pemerintah kan sudah mengatur sharing profit, mana yang menjadi hak pusat dan mana yang menjadi milik daerah. Kalau memang disana ada pemasukan bagi kas daerah, ya harus dikeluarkan sesuai dengan perjanjian yang ada,” jelas Rafiq.

Dalam pengembangan STS transfer di Karimun, Rafiq mengaku bakal memakai ilmu dagang. Maksudnya, biar sedikit untung asal banyak yang laku. “Jangan mentang-mentang dapat untung besar, tapi hanya sekali buat apa. Maka dari itu, dalam pengembangan STS yang pertama dilakukan adalah memberikan pelayanan kepada konsumen dulu,” terangnya.

Dijelaskan, pengembangan pelabuhan STS transfer di perairan Karimun itu salah satu konsep yang akan dijalankan berdasarkan visi-misinya saat maju pada pilkada Karimun lalu, yakni terwujudnya Kabupaten Karimun sebagai pusat pertumbuhan berbasis maritim yang terdepan berlandaskan iman dan taqwa. (ham)

Comment

News Feed