by

Perlu Melakukan Reformasi Paradigma- Membangun SDM Unggul

JAKARTA (HK) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, mengatakan perlu ada sebuah reformasi paradigma pendidikan untuk membangun SDM unggul. Yaitu paradigma pendidikan adaptif yang mengikuti perkembangan zaman. Ia menjelaskan, reformasi pendidikan tersebut dapat dilakukan melalui sistem zonasi. Kebijakan ini diperlukan sebagai langkah awal untuk pemerataan pendidikan yang adil dan berkualitas.

“Kebijakan zonasi bukan berhenti pada PPDB saja, melainkan akan meliputi penataan dan pemerataan guru, infrastruktur, berbagai sumber daya, pengintegrasian pendidikan formal dan non-formal, serta penataan ekosistem pendidikan,” kata Muhadjir, kemarin.

Menurut dia, dengan sistem zonasi, pendidikan yang berkualitas tidak hanya bisa didapatkan di kota-kota besar, tetapi juga di daerah, bahkan di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil. Hal tersebut senafas dengan visi Nawacita Presiden RI yang ingin membangun kemajuan dari pinggiran.

Ia menuturkan, reformasi pendidikan juga berfokus pada pembangunan karakter bangsa. Pembangunan karakter ini dilakukan dengan menguatkan pendidikan yang berfondasikan pada nilai-nilai Pancasila dan budi pekerti di seluruh ekosistem pendidikan. “Karena bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang menghargai budayanya. Pemajuan kebudayaan, penguatan ketahanan budaya, dan pelindungan hak kebudayaan menjadi bagian yang sangat penting,” tutur Mendikbud.

Dalam upaya menunjang pembangunan SDM yang siap menghadapi Revolusi Industri 4.0, disamping melalui pendidikan karakter di sekolah sejak usia dini, juga melalui pelaksanaan wajib belajar 12 tahun, serta revitalisasi pendidikan vokasi. “Revitalisasi Pendidikan Vokasi diharapkan dapat menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang terampil, inovatif, dan berdaya saing tinggi, sehingga dapat mengungguli angkatan kerja negara lain dalam persaingan global,” ucapnya. (dbs)

Comment

News Feed