by

Walikota: TPA Harus Dicarikan Solusi

BATAM (HK) – Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan persolan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terbakar di kawasan Punggur, harus dicarikan solusi. Menurutnya, TPA yang ada perlu pengelolaan yang serius.

“TPA harus dicarikan solusi, salah satunya pengolahan sampah yang ada. Maka kita lagi mencari perusahaan yang mau kalau boleh tanpa tipping fee,” ujarnya, kemarin saat dimintai tanggapan soal terbakarnya TPA Punggur.

Dikataka Muhammad Rudi, bahwa ada sejumlah perusahaan yang masuk untuk mengelolah TPA Punggur, tapi mereka juga meminta bayaran. Bayarnya per ton-nya terlalu besar. “Ini diluar kemampuan keuangan daerah,” ungkapnya.

Sehingga untuk pengelolaan tersebut, kata Rudi, kalau bisa ada perusahaan yang mau tanpa tipping fee, atau juga tipping feenya bisa separuh harga. Dengan demikian masalah TPA akan selesai.

“Kalau tidak ini akan berkelanjutan. Karena volume sampahnya sudah terlalu besar. Kalau dibiarkan ditumpuk sewaktu-waktu kalau panas bisa terbakar sendiri,” ujarnya.

Menurut Rudi, sejumlah perusahaan yang menawarkan pengolahan sampah tersebut, pada kembali ke negaranya. Karena harga tipping fee itu mereka minta pertonnya terlalu besar.

“APBD kita bisa habis miliaran rupiah hanya untuk bayar sampah, belum langi yang lainnya,” jelasnya.

Dikatakan Rudi, mereka hanya ingin ambil di akhir, bukan di hulunya. Sehingga pemerintah harus mengeluarkan uang lagi untuk pungut sampah dan pengangkutan. “Itupun mereka minta Rp300-400 per ton-nya,” terangnya.

Jika satu hari seribu ton, dikalikan 12, maka menurutnya anggaran akan tersedot ke sampah dan pembangunan Batam akan berhenti.

“Maka kita harus carikan solusi, dan ini sedang kita gali,” pungkasnya. (put)

Comment

News Feed