by

Kakanwil Kemenag Kepri Buka Bimtek Pengawasan Syariah Lembaga Pengelola Zakat

Batam (HK) – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA, membuka secara resmi Bimtek Pengawasan Syariah Lembaga Pengelola Zakat se Kepulauan Riau. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Golden View Batam, Selasa (20/08/2019). Hadir dalam kegiatan tersebut Plh. Kabid Bimas Islam Muhammad Syafii, Ketua Baznas Kepri Mustamin Husein, para peserta yang merupakan pengurus Baznas Kabupaten/Kota dan lembaga amil zakat se-Kepri.

Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Kepri mengatakan, amil zakat diminta aktif berikan motivasi kepada umat tentang kesadaran berzakat.

“Karena sahabat Rasulullah, Umar Bin Khattab memerangi umat Islam yang tidak berzakat. Saya termasuk pimpinan yang keras memotivasi agar ASN di kantor semangat menunaikan ibadah sosial seperti zakat dan qurban,” ujar Kakanwil.

“Untuk apa sih harta kita jika tidak dibelanjakan di jalan Allah, karena dunia akan binasa dan harta kita akan segera habis binasa kalua tidak dibelanjakan di jalan Allah SWT,” ujarnya lagi.

Kakanwil mengungkapkan, Kemenag sangat mengapresiasi para amil zakat atas kinerjanya. Menurutnya, audit syariah diperlukan karena pengelolaan zakat berpedoman pada prinsip-prinsip syariah. Prinsip syariah yang dimaksud adalah hukum-hukum Allah yang terdapat dalam Alquran dan Hadist.

Terkait dengan audit syariah, Kakanwil mengatakan audit syariah diperlukan untuk memenuhi kepentingan menjaga agar pengelolaan zakat sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, menjamin tersedianya laporan yang akurat, mencegah penyimpangan dan pelanggaran ketentuan syariah dalam pengelolaan dana zakat dan meningkatkan efektivitas organisasi dan efisiensi biaya operasional.

Secara khusus Kakanwil berpesan agar amil tidak menggunakan dana perhimpunan zakat dari umat untuk kepentingan pribadi.

Sementara itu, Ketua Panitia, Hj. Halimah mengatakan audit syariah bagi OPZ menjadi sangat penting karena bagi muzakki, mereka ingin kepastian apakah zakat yang mereka tunaikan dikelola dengan baik dan sesuai dengan syariah.

“Zakat merupakan trust masyarakat kepada amil zakat. Trust yang besar dari masyarakat maka perhimpunan zakat juga akan semakin besar. Opini akan diperoleh bagi OPZ setelah audit public terhadap lembaga amil zakat,” kata Halimah.

“Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dan diharapkan peserta sebagai lembaga pengelola zakat dapat menjaga agar pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya berjalan sesuai dengan standar kepatuhan syariah,” katanya lagi.

Dalam kesempatan tersebut Kakanwil juga menyerahkan secara simbolis bantuan operasional kepada Baznas Kepri sebesar Rp100 juta yang diterima oleh Ketua Baznas Kepri, Mustamin Husein. (fhy/r)

Comment

News Feed