by

Jaksa Pertanyakan Perkembangan Penyidikan-Dugaan Kasus Rasis Bobby Jayanto

TANJUNGPINANG (HK) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang segera menyurati penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang, guna menayakan perkembangan hasil penyidikan dugaan kasus tindak pidana Ras dan Diskriminasi Etnis (Rasis) yang dilakukan Bobby Jayanto.

Sebelumnya Satreskrim Polres Tanjungpinang telah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejari Tanjungpinang sejak, Senin, 1 Juli 2019 lalu, namun dalam SPDP tersebut belum ada mencantumkan nama tersangkanya (no nime, red).

“Kepolisian sudah mengirimkan SPDP atas dugaan kasus Rasis tersebut. Tentunya sesudah sebulan penanganan kasus ini, kita berhak menanyakan bagaimana perkembangan kasusnya,” kata Kepala Kejari Tanjungpinang, Aheliya Abustam melalui Kasi Pidum, Muhammad Amriansyah menjawab pertanyaan Haluan Kepri tentang kelanjutan dan batas waktu SPDP dugaan kasus Rasis tersebut, Senin (19/8).

Amriansyah menjelaskan, sejauh ini pihaknya hanya mengetahui sebatas awal penerimaan SPDP yang dikirim oleh penyidik Polres Tanjungpinang tersebut, dan belum mengetahui bagaimana kelanjutan penanganan perkaranya.

“Kita belum tahu bagaimana perkembangan proses perkaranya,” ujar Amriansyah.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie sebelumnya mengatakan, dugaan kasus tindak pidana Rasis yang dilakukan Bobby Jayanto pada acara perayaan sembahyang keselamatan di Pelantar 2 Tanjungpinang sekitar dua bulan lalu, termasuk pidana murni dan terus berlanjut.

Hal tersebut disampaikan, menjawab pertanyaan sejumlah wartawan, terkait adanya surat pencabutan Laporan Polisi oleh pihak pelapor sebelumnya dari LSM dan Oramas ke Mapolres Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

“Memang ada surat masuk pencabutan laporan atas dugaan kasus Rasis yang kita terima beberapa waktu lalu. Namun dugaan kasus ini, bukanlah delik aduan, sehingga proses penyidikannya terus berlanjut,” kata Efendri Alie, Selasa (13/8).

Dikatakan, dalam proses penyidikan dugaan kasus Rasis tersebut, pihaknya telah meminta keterangan sebanyak 14 saksi, termasuk dua saksi ahli, yakni ahli bahasa dan ahli pidana.

Bobby Jayanto, Ketua DPD Partai NasDem Kota Tanjungpinang ini sendiri juga telah dua kali datang memenuhi undangan penyidik untuk dilakukan pemeriksaan

“Proses penyidikannya masih berlanjut dan belum ada penetapan tersangka,”ucapnya. (nel)

Comment

News Feed